Belum Setahun Mainan Grasstrack, Ninja Racikan Ryan Mee Sudah Konsisten Juara

LENKA MiniGP SSS Racing

BalapMotor.Net – Nama Ryan Mee selama ini identik dengan dunia drag bike. Kiprahnya di balap trek lurus sudah tidak perlu diragukan lagi. Berbagai prestasi berhasil diraih, bahkan hingga mengharumkan nama Indonesia di ajang internasional.

Namun kini, Ryan Mee mulai menunjukkan kapasitasnya di arena lain. Melalui bendera R&F 146, Mee mulai serius mengembangkan motor untuk kompetisi grasstrack, khususnya di kelas bergengsi FFA Open dengan basis mesin Kawasaki Ninja.

NHKhelm

Menariknya, meski belum genap satu tahun terjun ke dunia balap garuk tanah, motor racikan Ryan Mee sudah mampu menunjukkan performa kompetitif dan konsisten meraih hasil terbaik. Buktinya terlihat dalam dua putaran ajang Cleosa Series 2026.

Lantian Juan

Pada seri pembuka yang berlangsung di Bandungan, Lantian Juan dari squad Rizqy Motorsport langsung mengejutkan dengan podium juara. Kesuksesan itu kembali berlanjut pada putaran kedua yang digelar di Klaten.

Kali ini giliran Rubin Caesar yang tampil impresif bersama AKRM Team86. Rubin berhasil mengumpulkan poin tertinggi di kelas yang diikutinya setelah finis sebagai juara dan runner-up dalam dua moto yang dipertandingkan.

Rubin Caesar

“Alhamdulillah mas, di seri kedua ini masih diberi hasil yang bagus. Rubin total poin pertama, Lantian di posisi kelima, dan Reyno juga tampil cukup baik,” ujar Ryan Mee yang pada putaran Klaten mengawal tiga motor sekaligus.

Di balik keberhasilannya saat ini, Ryan Mee mengaku awal mula terjun ke grasstrack berangkat dari permintaan sang bos yang ingin dibuatkan motor untuk balap garuk tanah. Tantangan tersebut kemudian diterimanya sebagai pengalaman baru.

“Awalnya bos minta dibikinkan motor grasstrack. Ya sudah, kita coba saja. Awal tahun kemarin mulai setting bersama Lantian Juan. Alhamdulillah sejauh ini hasilnya cukup kompetitif,” ungkapnya.

Ryan Mee

Menurut Mee, tidak banyak kendala saat beradaptasi dengan mesin Ninja grasstrack. Pengalamannya selama bertahun-tahun menangani motor drag bike menjadi modal penting dalam proses pengembangan mesin.

Meski demikian, ia menegaskan bahwa kebutuhan balap grasstrack memiliki karakteristik yang berbeda dibanding drag bike. Selain mengejar performa maksimal, faktor ketahanan mesin juga menjadi perhatian utama.

“Kalau racikannya sebenarnya tidak jauh berbeda. Karena basisnya sama-sama Ninja. Tapi untuk grasstrack kita harus lebih detail dalam mencari keseimbangan antara performa dan daya tahan mesin. Itu yang paling penting,” pungkasnya.

Dengan torehan prestasi yang diraih dalam waktu singkat, Ryan Mee membuktikan bahwa kemampuannya tidak hanya terbatas di lintasan drag bike. Kehadirannya di arena grasstrack kini mulai diperhitungkan dan berpotensi menjadi salah satu kekuatan baru di kelas FFA Open musim ini. (**)

VND Racing PARD Premium
Artikulli paraprakPuas Tapi Kecewa! Pedro Acosta Tak Bisa Mengimbangi Seniornya
Artikulli tjetërAldi Satya Mahendra Siap Beraksi Lagi, Siap Berburu Poin Penting di Misano