BalapMotor.Net – Usianya masih belia, baru menginjak 8 tahun. Namun, semangat Zaydan Rafiq Pradipta untuk menekuni dunia balap motor patut mendapat perhatian. Zaydan yang lahir pada 9 Agustus 2018 dan saat ini masih duduk di bangku SDI Teladan Alitihad.
Ketertarikannya terhadap dunia balap berawal dari kegemarannya menyaksikan MotoGP. Sejak Januari 2026, Zaydan mulai serius menapaki dunia balap motor dengan berlatih menggunakan pocket bike. Sosok Marc Marquez menjadi pembalap yang paling diidolakannya. Bahkan, Zaydan punya mimpi besar untuk bisa mengikuti jejak sang juara dunia tersebut.
“Zaydan suka nonton MotoGP dan ingin menjadi seperti Marquez,” ujar sang ayah, A’ung, yang selalu mendampingi perjalanan putranya di dunia balap.
Sejak pertama kali menjalani latihan hingga saat ini, progres Zaydan disebut terus menunjukkan peningkatan. Perkembangan tersebut tidak lepas dari peran para coach di 26 Racing School, yakni M Nurgianto dan Putra Pea, yang secara konsisten memberikan materi serta arahan dalam setiap sesi latihan.

Bagi A’ung, latihan bukan sekadar soal turun ke lintasan. Zaydan juga selalu ditekankan untuk memahami setiap materi yang diberikan coach, kemudian mempraktikkannya saat berada di atas motor.
“Alhamdulillah, untuk progres terus meningkat berkat materi yang selalu diberikan coach di 26 Racing School, Om Anto dan Om Putra. Saya juga selalu tegaskan untuk selalu memahami dan mempraktikkan semua arahan yang diberikan,” jelas A’ung, yang merupakan asli Karang Banar, Kebasen, Banyumas, kepada penulis.
Memasuki perjalanan balapnya di tahun 2026, Zaydan kini memiliki target yang lebih tinggi. Setelah berhasil meraih podium pada seri 1 dan seri 2 LENKA Junior Cup Prix, pembalap cilik yang kini tinggal di kawasan Permata Hijau tersebut membidik satu target berikutnya, yakni podium pertama di kelas Beginner.

Artinya, dua podium yang sudah diraih menjadi modal penting bagi Zaydan untuk terus meningkatkan performanya. Tinggal bagaimana konsistensi dan jam terbangnya di lintasan bisa terus berkembang hingga target kemenangan pertama berhasil diwujudkan.
Untuk target jangka panjang, keluarga berharap perjalanan Zaydan tidak berhenti di kelas Beginner. Mereka ingin Zaydan terus berkembang dan mampu melaju ke jenjang balap yang lebih tinggi.
“Semoga kedepannya Zaydan bisa lebih maju, bisa terus melaju ke jenjang yang lebih tinggi. Dan yang penting, kita semua ada rezekinya. Terima kasih untuk orang-orang baik yang sudah mensupport Zaydan selama ini,” ungkap sang ayah.
Perjalanan Zaydan Rafiq Pradipta memang baru dimulai. Namun, di usia yang masih sangat muda, ia sudah memiliki mimpi, idola, serta target yang jelas. Dengan dukungan keluarga dan bimbingan coach di 26 Racing School, menarik untuk menanti sejauh mana langkah Zaydan akan melaju dan berkembang di lintasan balap kedepannya. (**)


































































