BalapMotor.Net – Dunia balap motor usia dini Indonesia kembali mendapat perhatian internasional. Kali ini, pembalap cilik asal Russia, Gordey Solomakhin, memilih berlatih dan menimba ilmu di 26 Racing Family yang berada di bawah asuhan M. Nurgianto.
Keputusan tersebut diambil langsung oleh orang tuanya, Anton Solomakhin, yang melihat Indonesia sebagai salah satu negara dengan perkembangan balap motor usia dini yang sangat pesat, khususnya pada ajang pocket bike yang memiliki jumlah peserta dan tingkat persaingan yang tinggi.
“Kami datang ke Indonesia karena kami percaya ini adalah salah satu tempat terbaik di dunia bagi pembalap muda untuk mendapatkan pengalaman, meningkatkan keterampilan berkendara mereka, dan berlatih bersama pembalap berbakat dalam lingkungan yang sangat kompetitif. Kami ingin Gordey belajar dari pelatih berpengalaman dan menjadi pembalap yang lebih kuat dan percaya diri. Saya sendiri melihat di Instagram, di Indonesia banyak pembalap, banyak sekolah balap dan banyak event,” ungkap Anton.
Gordey yang saat ini berusia 8 tahun memang sudah mengenal dunia balap sejak beberapa tahun terakhir. Bakat dan semangatnya dalam mengendarai motor membuat sang orang tua berkomitmen untuk memberikan pendidikan balap terbaik demi menunjang perkembangannya sebagai atlet muda.

Menurut Anton, tujuan utama menyekolahkan Gordey di Indonesia bukan semata mengejar prestasi, tetapi juga membentuk karakter, disiplin, dan mental bertanding yang kuat sejak usia dini.
“Tujuan kami adalah membantu Gordey mengembangkan teknik berkendara, keterampilan balap, konsistensi, disiplin, dan kepercayaan diri di atas sepeda motor. Kami ingin dia menikmati olahraga ini, terus berkembang selangkah demi selangkah, dan mendapatkan pengalaman balap internasional yang berharga,” lanjutnya.
Pilihan jatuh kepada 26 Racing Family karena akademi balap tersebut dikenal aktif membina talenta-talenta muda Indonesia melalui program pelatihan yang terstruktur. Di bawah arahan M. Nurgianto, para pembalap tidak hanya mendapatkan latihan teknik balap, tetapi juga pembentukan mental dan kedisiplinan sebagai seorang atlet.
Anton pun menilai Gordey memiliki karakter yang tepat untuk berkembang lebih jauh. Ia berharap pengalaman berlatih di Indonesia dapat menjadi langkah penting dalam perjalanan karier balap putranya.
“Gordey telah berkendara selama beberapa tahun dan sangat bersemangat tentang balap motor. Dia pekerja keras, termotivasi, dan selalu ingin belajar. Dia menikmati kompetisi dan telah mencapai hasil yang baik dalam ajang balap junior. Kami berharap pelatihan bersama tim Anda akan membantunya mencapai tingkat perkembangan selanjutnya, baik sebagai pembalap maupun sebagai atlet muda,” tutup Anton.
Kehadiran Gordey Solomakhin di 26 Racing Family sekaligus menjadi bukti bahwa pembinaan balap usia dini di Indonesia mulai mendapat pengakuan dunia. Ramainya kompetisi pocket bike serta banyaknya talenta muda yang bermunculan menjadi daya tarik tersendiri bagi pembalap mancanegara untuk belajar dan berkembang di Tanah Air. (Luvo)





































































