BalapMotor.Net – Keikutsertaan Fiandra Reja dan Firza Angkasa di SIC Ohvale Junior Championship, Sepang Karting International Circuit, Malaysia akhir pekan lalu (19-20/9) memberikan pelajaran penting.
Dengan regulasi yang membatasi perubahan setting motor, mulai dari kopling, shock, tekanan dan jenis ban hingga gear yang hanya boleh naik atau turun satu tingkat, pembalap dituntut mengandalkan kemampuan sendiri.
Alvin, ayah Fiandra dan Firza sekaligus pemilik Bali Queen Racing Team, mengatakan kondisi tersebut membuat skill menjadi faktor utama. Kemampuan membaca racing line, menentukan titik pengereman, menjaga momentum, mengatur throttle hingga konsistensi lap benar-benar diuji.

“Balap di Malaysia ini sangat memberikan pembelajaran untuk Fiandra dan Firza karena tidak mengandalkan motor, melainkan murni skill pembalap,” jelas Alvin.
Hasilnya mulai terlihat pada Race 1. Fiandra mencatat waktu 57,5 detik dan finis P7, sementara Firza mencatat 59,0 detik dan finis P9. Menariknya, Fiandra mampu mencatat race pace yang disebut sudah setara dengan rider top Malaysia meski baru berlatih sekitar dua hari di Sepang.
“Dengan latihan dua hari saja di sini Fiandra bisa dapat 57,5. Tentunya sangat istimewa mengingat rider lain memang sudah lebih dahulu setiap hari latihan di sini,” ujar Alvin.
Dengan pengalaman balap yang baru sekitar tiga hingga empat bulan, Sepang menjadi tempat penting bagi keduanya untuk memahami bahwa kecepatan bukan sekadar soal motor. Saat ruang setting dibatasi, kemampuan dan skill pembalap lah yang harus berbicara. (**)




























































