BalapMotor.Net – Wijaya Racing Kediri memiliki banyak spek pacuan yang konsisten juara. Salah satunya Herex milik tim BF Madura yang sudah cukup lama bertengger di podium terhormat.
Itu dalam berbagai ajang yang mereka ikuti di banyak daerah. Motor dengan basic MP Mono tersebut kabarnya meraih P1 enam kali beruntun.
Terbaru di DWS Drag Bike Blora akhir pekan kemarin. Motor racikan mas Aris tersebut mendominasi empat besar terbaik. Adit Coco menjadi lakon nya dengan catatan waktu tercepat 6,8 detik.
Tapi itu bukan best time terbaiknya. “Sebelumnya di Banyuwangi 6,6 detik kak. Ya mungkin kondisi lintasan disini juga berpengaruh. Yang jelas Alhamdulillah masih konsisten di podium tertinggi,” kata Coco yang double juara umum itu.

Spek Herex 300cc BF Wijaya Racing Kediri
Di balik konsistensi tersebut tentu terdapat racikan khusus yang menjadi kunci performa. Menariknya, Wijaya Racing tetap mempertahankan basis MP Mono dengan kapasitas mesin yang dibangun hingga 300cc.
Herex ini mengandalkan karburator PWK 38 Reamer racikan 18 Racing. Pemilihan karburator tersebut menjadi salah satu bagian penting dalam mendukung kebutuhan suplai bahan bakar mesin berperforma tinggi.
Terutama untuk karakter balap drag bike yang membutuhkan respons mesin cepat sejak start. Sementara itu, sektor jantung pacunya menggunakan kombinasi stroke 66 mm dan piston 76 mm.
Racikan tersebut menjadi fondasi utama untuk menghasilkan kapasitas mesin besar sekaligus karakter tenaga yang dibutuhkan di lintasan lurus.

Tidak hanya mengandalkan kapasitas mesin, sektor pengapian juga mendapat perhatian khusus. CDI dan sistem pengapian menggunakan produk AB Technology, sedangkan gas buang dipercayakan kepada knalpot Fanterra.
“Kalau stroke Herex ini 66, piston 76. CDI dan pengapian saya pakai punya AB Technology. Knalpot pastinya Fanterra,” terang mas Aris, komandan Wijaya Racing yang mengandalkan bahan bakar Pertamax Turbo! (**)

































































