Mengenang Sosok Kida San, Sang Maestro di Balik Part Legendaris Daytona

Kida San saat melihat Honda Blade tim Honda Daya Daytona di Oneprix | Foto : FB Kupret
LENKA MiniGP SSS Racing

BalapMotor.Net – Dunia balap motor Indonesia berduka atas meninggalnya salah satu sosok penting asal Jepang, Hiroshi Kida, atau yang lebih dikenal dengan panggilan Kida San. Hiroshi Kida meninggal dunia di Jepang pada Rabu (26/8).

Meski berkewarganegaraan Jepang, karya dan kontribusi Kida San begitu melekat dalam perkembangan balap motor Indonesia, khususnya sejak awal era 2000-an. Sebagai Technical Director Daytona Jepang, ia terlibat dalam berbagai riset dan pengembangan part balap yang hingga kini masih dikenang.

NHKhelm

“Dia yang menciptakan intake kodok F1ZR, lalu knalpot kalajengking sama arm banana yang bikin geger era Underbone 2 Tak,” ungkap Ricky Hariadi, GM Product & Marketing PT Daytona Azia.

Kida San dengan F1ZR Underbone karyanya di awal 2000an

Selain membantu pengembangan part balap Daytona untuk Yamaha F1ZR, Kida San juga ikut mengawal pasukan Honda Daya Daytona di era Indoprix. Dalam menjalankan pengembangan motor balap, ia banyak bekerja sama dengan mekanik lokal Indonesia, Suhartanto “Kupret”.

Ricky Hariadi turut mengenang sosok Kida San sebagai pribadi yang serius ketika bekerja, namun sangat menyenangkan saat sedang santai.

“Wah kalau lagi kerja serius sama fokus banget, sama sekali nggak mau diganggu dan nggak mau dibantu. Tapi kalau lagi santai orangnya enak, suka bercanda, ketawa-ketawa. Kalau mau belajar sama dia, kita boleh lihat dia kerja tapi nggak boleh nanya. Kalau sudah selesai baru boleh nanya,” kenang Ricky.

Kida San bersama pasukan Daytona Indonesia di Indoprix balap dengan Vixion

Tak hanya part untuk balap, Kida San juga ikut membantu riset berbagai produk Daytona Indonesia. Sejumlah produk legendaris Daytona disebut memiliki grand design yang berasal dari hasil pemikirannya.

“Banyak produk-produk Daytona Indonesia yang grand design-nya dari dia, kayak piston-piston, velg GP Wheel, Dash Wheel, Outer Rotor Kit (magnet racing), dan lain-lain,” tambah Ricky.

Kontribusi Kida San menjadi bagian dari sejarah panjang perkembangan teknologi balap motor di Indonesia. Karyanya mungkin telah melewati berbagai generasi, namun jejaknya tetap hidup di dunia balap yang pernah ia bantu berkembang. Selamat jalan, Kida San.

VND Racing PARD Premium
Artikulli paraprakEdukasi Safety Riding Astra Motor Yogyakarta Bekali Generasi Muda Jadi Duta Keselamatan Berkendara
Artikulli tjetërJelang Musprov IMI DKI, Jumlah Klub Pemilik Suara Jadi Sorotan
Pimpinan redaksi di BalapMotor.Net yang gila balap sejak kecil dan mulai menjadi jurnalis balap sejak 2013