Aliran Bahan Bakar Panigale V4R Dikurangi Lagi! Teknisi Ducati Protes

LENKA MiniGP SSS Racing

BalapMotor.Net – Dominasi Ducati di ajang World Superbike musim 2026 kembali mendapat perhatian regulator. Performa luar biasa yang ditunjukkan Nicolo Bulega bersama Aruba.it Racing membuat aturan keseimbangan performa kembali disesuaikan.

‎Sejak seri Estoril pada 12 Oktober 2025, Bulega tampil nyaris tanpa cela. Pembalap asal Italia tersebut sukses memenangkan seluruh balapan secara beruntun dan kini telah mencatatkan 16 kemenangan berturut-turut.

NHKhelm
Nicolo Bulega (Aruba.it Racing – Ducati)

Catatan itu sekaligus memecahkan rekor sebelumnya milik Toprak Razgatlioglu yang membukukan 13 kemenangan beruntun. Dominasi yang dianggap terlalu kuat itu akhirnya membuat Ducati kembali terkena pengurangan aliran bahan bakar.

Setelah sebelumnya sudah mengalami revisi, kini pabrikan asal Borgo Panigale tersebut kembali dipotong sebesar 0,5 kg/jam. Artinya, seluruh pembalap Ducati harus beradaptasi dengan suplai bahan bakar yang semakin dibatasi.

Iker Lecuona (Aruba.it Racing – Ducati)

Langkah ini dilakukan guna menjaga persaingan tetap kompetitif dan tidak terlalu timpang antar pabrikan. Sementara Ducati mendapat pengurangan, Yamaha justru memperoleh tambahan aliran bahan bakar sebesar 0,5 kg/jam.

‎Keputusan tersebut diambil karena performa Yamaha R1 dinilai masih kurang kompetitif sepanjang musim ini. Berikut batas aliran bahan bakar terbaru yang diizinkan untuk masing-masing pabrikan.

Iker Lecuona dan Nicolo Bulega (Aruba.it Racing Ducati)
  • ‎Yamaha : 47 kg/jam
  • Honda : 46,5 kg/jam
  • Kawasaki : 46 kg/jam
  • Bimota : 45,5 kg/jam
  • BMW : 45 kg/jam
  • Ducati : 44 kg/jam

‎Dengan regulasi terbaru ini, menarik untuk melihat apakah dominasi Ducati masih bisa berlanjut atau justru memberi peluang bagi pabrikan lain untuk kembali bersaing di barisan depan.

Nicolo Bulega | Foto: WorldSBK

‎Setelah Ducati Panigale V4R sekali lagi diperlambat, koordinator teknis Ducati, Marco Zambenedetti, kehilangan kesabarannya. Pria Italia itu mengkritik, terutama, kurangnya pengembangan dari para pesaing.

‎”Saya ingat betul betapa seringnya kami telah dikenai penalti. Saya sama sekali tidak setuju bahwa tidak ada yang berubah. Dampaknya terhadap performa sangat besar,” tegas Zambenedetti dilansir dari speedweek. (**)

VND Racing PARD Premium
Artikulli paraprakUsung Semangat Baru, SGT Grup B4 Genesis Motolab Siap Gaspol di Final Daytona UDRM
Artikulli tjetërBukan Ducati, Jorge Martin Sebut KTM Sebagai Tantangan Berat di Catalunya