Perjuangan Herman Bas Berbuah Manis di Pra PON

Aksi Herman Bas
Yamaha

BalapMotor.Net – Penampilan Herman Bas pada gelaran Pra Kualifikasi PON XX Papua yang berlangsung di sirkuit Sentul Karting, Bogor (11/9) sangatlah istimewa. Seperti yang diberitakan oleh portal ini sebelumnya, Herman Bas dan Fahri Sandi yang merupakan kontingen dari Provinsi Sulawesi Selatan berangkat dengan keterbatasan.

Bahkan Herman dan Fahri berangkat dengan biaya sendiri. Tetapi, perjuangan keras Herman Bas dan Fahri Sandi berbuah manis. Keduanya mampu lolos menuju PON XX Papua 2020 nanti. Istimewanya lagi, Herman Bas mampu menjadi jawara pada race perorangan Usia 21 tahun ke atas.

Podium Race perorangan Usia 21 Tahun ke atas, Herman Bas juaranya

Selain semangat yang menggebu-gebu, ternyata Herman Bas yang di balapan nasional membela tim Yamaha Akai Jaya ini mempunyai trik tersendiri. Perlu diketahui juga bahwa pada balapan kemarin menggunakan motor yang boleh dikatakan masih standard dan hanya sendikit ubahan.

Baca Juga : Hasil Keseluruhan Pra PON XX Papua di Sentul Karting

“Saya hanya mengatur kemiringan motor biar nggak slide. Soalnya motor yang kita pakai velgnya lumayan lebar. Dengan beberapa kali latihan sebelum balapan kemarin juga cukup membantu mas,” ungkap Herman Bas yang aslinya dari Kota Pare-Pare, Sulsel ini.

Gaya Balap Unik Herman Bas

Ada sisi menarik yang terlihat dari Herman Bas saat balapan kemarin. Gaya balap Herman sedikit berbeda dengan yang lainnya. Kalau menurut penulis, gaya balap dengan badan cenderung seperti pembalap motocross ini mirip gaya Mendiang Norick Abe, Colin Edwards atau Rey Ratukore.

Gaya balap Herman Bas

Herman Bas yang ternyata dulunya mengawali karier dari balap garuk tanah menyebut gaya tersebut adalah gaya balap region 5.”Ini gaya balap region 5 mas, kan dulu trek dadakan semua. Sebelumnya saya dulu juga suka main Grasstrack, gaya balap sekarang kebawa.” terang Herman Bas.

Dengan gaya balap tersebut, ternyata Herman Bas sendiri mengaku kalau gaya tersebut bisa menguras tenaga kalau balapnuya di sirkuit permanan. “Dengan gaya balap saya main di sirkuit permanen pasti fisiknya terkuras mas,”tambah Herman Bas yang sempat balap di AP250 ARRC ini. | Luvo/RA31

GM-helm SSS Racing