BalapMotor.Net - Pertarungan sengit tersaji di kelas Bebek 200cc Sleep Engine pada ajang Pertamax Turbo Drag Fest 2026 yang berlangsung di Wonosari, Yogyakarta. Jupiter Z milik Aben Racing racikan TJS berhasil menjadi yang tercepat melalui aksi Joko Susanto.
Mengusung spesifikasi mesin karburator degan klep 4, Joko Percil nama bekennya sukses mencatatkan waktu 6,972 detik. Catatan tersebut sekaligus menjadikannya sebagai satu-satunya pembalap yang mampu menembus kepala 6 detik.
Soal pacuan, Jupie 200cc tersebut memang bukan motor yang asing di persaingan drag bike. Farid TJS telah memiliki berbagai racikan untuk kelas Sleep Engine 200, baik menggunakan sistem pengabutan karburator maupun injeksi.
Pada Pertamax Turbo Drag Fest 2026 putaran pertama ini, giliran Jupiter Z dengan sistem karburator yang menunjukkan performa terbaik.
“Untuk motor sendiri punya Aben, Mas. Cuma memang Joko sendiri yang minta bawa untuk main di sini. Cuma dia yang pakai. Ya bersyukur tadi bisa jadi yang terbaik,” ungkap Farid TJS.
Joko pun mengakui bahwa karakter motor tersebut sudah sangat menyatu dengan gaya balapnya. Kondisi ini membuatnya lebih percaya diri sejak start hingga melesat melewati garis finis.
”Memang sudah klop, Mas. Jadi pede bawanya dan ya nggak sia-sia bisa P1,” tegas Joko yang mengusung squad Bayu Racing Jakarta.
Upgrade Jeroan Mesin
Di balik catatan waktu 6,972 detik tersebut, terdapat sejumlah pembaruan pada sektor mesin. TJS Racing tidak sekadar mengandalkan racikan lama, tetapi melakukan pengembangan pada bagian jeroan mesin.
Salah satu perubahan utama dilakukan pada as kruk dan noken as. Kedua komponen tersebut mendapatkan perhatian khusus karena memiliki peran penting dalam menentukan karakter tenaga mesin dan respon saat putaran tinggi.
Untuk pengembangan terbaru kali ini, TJS Racing mengandalkan as kruk QTT generasi terbaru. Upgrade spek crankshaft Jupiter Z 58.4 lama model kapak ke model bulat.
”Perubahan yang signifikan di as kruk sama noken as, Mas. Part yang saya pakai as kruk QTT yang terbaru. Selain itu ada juga bearing bambu stang piston serta blok QTT. Dan ternyata lebih bagus dari sebelumnya,” jelas sang tuner muda tersebut.
“Crankshaft model baru (Bulat) power torsi lebih besar dari model lama (kapak) , motor tidak getar lebih stabil di top speed. Selain itu ketahanannya juga sangat bagus mas,” pungkasnya. (**)

































































