BalapMotor.Net – Sebanyak 39 pengurus Pengprov Ikatan Motor Indonesia Jawa Tengah (IMI Jateng) periode 2026-2030 resmi dilantik di Graha IMI Jawa Tengah, Semarang, Jumat malam (6/6). Kepengurusan baru ini kembali dipimpin oleh Frits Yohanes yang melanjutkan estafet kepemimpinan sebagai Ketua Umum IMI Jateng.
Pada periode keduanya ini, Frits Yohanes melakukan penyegaran organisasi dengan sekitar 50 persen komposisi pengurus merupakan wajah baru. Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya meningkatkan kinerja organisasi agar semakin profesional dan berkualitas dalam menjalankan program-program IMI Jateng ke depan.
“Terima kasih kepada seluruh pihak yang telah mendukung saya, terutama klub-klub otomotif di wilayah Jawa Tengah. Semoga IMI Jateng bisa menjadi lebih baik lagi dalam kepengurusan yang sekarang,” ungkap Frits Yohanes dalam sambutannya.

Prosesi pelantikan turut dihadiri sejumlah unsur Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda), perwakilan Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, Pangdam IV/Diponegoro, KONI Jawa Tengah, serta berbagai tokoh otomotif dan motorsport nasional.
Menariknya, Ketua Umum PP IMI, Moreno Soeprapto, hadir langsung dalam acara pelantikan tersebut. Kehadiran Moreno menjadi perhatian tersendiri karena menurutnya pelantikan IMI Jateng menjadi salah satu agenda pelantikan pengurus daerah yang dihadirinya secara langsung.
Dalam sambutannya, Moreno kembali menegaskan dua hal penting yang harus dipahami seluruh insan otomotif. Pertama, posisi IMI sebagai regulator yang bertugas membuat dan mengawasi regulasi olahraga maupun kegiatan otomotif, bukan sebagai penyelenggara event. Kedua, pentingnya penerapan aspek keselamatan atau safety dalam setiap aktivitas motorsport sesuai standar yang terus dikampanyekan oleh federasi internasional.
Dengan kepengurusan baru yang telah resmi dilantik, diharapkan IMI Jateng mampu terus memperkuat perannya sebagai salah satu barometer perkembangan olahraga otomotif nasional serta menghadirkan program-program yang lebih berkualitas bagi para pelaku otomotif di Jawa Tengah. (**)









































































