Ternyata GDT Racing Mulai Coba Batasan RPM di Final YM Racing UDRM Subang

Aksi Chandra Hermawan di Final UDRM
LENKA MiniGPSSS Racing

BalapMotor.Net – Pada gelaran final YM Racing UDRM Cup Race yang digelar di sirkuit Gery Mang, Subang Sabtu-Minggu (20-21/1), engine builder GDT Racing mencoba motor dengan batasan RPM sesuai regulasi 2024.

Jadi MX-King tunggangan Chandra Hermawan dari Buruh Garis Koteka Racing Papua Tengah dan M Syauqi dari GG Galak Galak RPM motornya sudah dibatasi.

NHKhelm

Regulasi untuk musim 2024 sendiri kabarnya akan ada batasan RPM. Untuk Expert Oneprix adalah 14.500RPM, untuk Motoprix 14.000 RPM.

Gendut GDT Racing

“Pada event ini kita coba untuk pakai batasan RPM sesuai regulasi 2024 mas,” ungkap Widya Krida Laksana alias Gendut dari GDT Racing Jogja.

Baca Juga : Hasil Final YM Racing UDRM Cup Race di Subang

Sebenarnya ada beberapa regulasi lainnya yang sudah disosialisasikan kepada para mekanik, seperti batasan ukuran klep untuk MX-King dengan ukuran maksimal 22mm. Untuk ukuran ini, GDT Racing sendiri ternyata sudah menggunakannya.

Lalu dengan batasan RPM tersebut, ternyata GDT Racing belum melakukan riset untuk spek lainnya yang tentunya bisa dimaksimalkan. “Belum sempat mas, jadi ini hanya RPM yang kita batasi saja,” tambah GDT Racing.

Aksi M Syauqi pacu MP1

M Syauqi sendiri berhasil meraih podium kedua pada balapan kemarin, lalu Chandra Hermawan tercepat di QTT dan finish keempat. Tambahan informasi lagi, motor tunggangan Aksa GDT yang jadi jawara di kelas ECU STD 16 tahun juga sudah menggunakan spek 2024. 

“Step up regulasi 2024 dengan menggunakan shock depan standar 2PV,” ujar Gendut GDT Racing. Jadi semua sudah ancang-ancang nih, tinggal nunggu ketuk palu regulasi. (**)

VND RacingVND RacingPARDPremium
Artikulli paraprakModal Semangat dan Senjata Baru, Katon Kilup (Ocean Group) Juara Umum di Pekanbaru
Artikulli tjetërValentino Rossi Singgung Fans Indonesia Dalam Peluncuran Timnya
Pimpinan redaksi di BalapMotor.Net yang gila balap sejak kecil dan mulai menjadi jurnalis balap sejak 2013