Puluhan Matras Pemaksimal Safety Sirkuit Pada Grand Final Kejurnas Motorprix Aceh Timur 2017

Puluhan Matras Pemaksimal Safety Sirkuit Pada Grand Final Kejurnas Motorprix Aceh Timur 2017
Puluhan Matras Pemaksimal Safety Sirkuit Pada Grand Final Kejurnas Motorprix Aceh Timur 2017
LENKA MiniGPSSS Racing

BalapMotor.Net – Puluhan matras digunakan untuk memaksimalkan keamanan dari sirkuit Komplek Pemerintahan Kabupaten Aceh Timur yang menjadi tempat digelarnya Grand Final Kejurnas Motorprix Indonesia 2017. Jadi meskipun sirkuit non permanen, namun pihak penyelenggara serta RC berusaha untuk membuat sirkuit tersebut safety.

Puluhan Matras Pemaksimal Safety Sirkuit Pada Grand Final Kejurnas Motorprix Aceh Timur 2017
Puluhan Matras Pemaksimal Safety Sirkuit Pada Grand Final Kejurnas Motorprix Aceh Timur 2017

Matras-matras tersebut dipasangi di titik-titik vital yang tentunya sudah dihitung matang oleh pihak RC. Eddy Horison DKK berusaha membuat sirkuit yang berkarakter high speed namun naik-turun ini semakin safety dan layak untuk menggelar hajatan akbar.

NHKhelm

“Kita berusaha untuk memaksimalkan yang ada,”ujar Eddy Horison yang pada akhir pekan lalu berada di Solo saat gelaran Final Yamaha Cup Race 2017 ini.

Puluhan Matras Pemaksimal Safety Sirkuit Pada Grand Final Kejurnas Motorprix Aceh Timur 2017
Puluhan Matras Pemaksimal Safety Sirkuit Pada Grand Final Kejurnas Motorprix Aceh Timur 2017

Usaha yang dilakukan oleh RC serta penyelenggara tersebut diapresiasi oleh para peserta. Dedy Fermady yang mengawal tim Yamaha Bahtera dan Yamaha Syafina mengakui akan kerja keras dari Eddy Horison Dkk. ” Mereka sudah bekerja keras agar sirkuit ini menjadi lebih safety. Balapan besok pastinya akan sangat seru,”ungkap Dedy Fermadi. | Luvo

VND RacingVND RacingPARDPremium
Artikulli paraprakGrand Final Kejurnas Motorprix 2017 Aceh Timur : Karakter Sirkuit Jadi Tantangan Para Juara
Artikulli tjetërPindah Ke Avintia Ducati, Tito Rabat Merasakan Seperti Masa Kejayaannya di Moto2
Pimpinan redaksi di BalapMotor.Net yang gila balap sejak kecil dan mulai menjadi jurnalis balap sejak 2013