Ternyata Busi “Brisk” Yang Jadi Andalan Penguasa Expert di Ronde Kedua Oneprix 2021

M. Faerozi mampu double winner pada Oneprix ronde kedua 2021

BalapMotor.Net – M. Faerozi dari tim ASR Sulawesi Tenggara Ipone Racetech Pirelli RCB Proliner KYB dan juga Rio Andrianto dari tim Revolution Liquid AHRS Racetech Ipone Pirelli RCB KYB Ratna mampu menguasai jalannya dua race kelas Expert ronde kedua Oneprix 2021 yang berlangsung di sirkuit Sentul Karting, Bogor (18-19/9).

Keduanya mampu podium 1-2 pada kedua race tersebut. M.Faerozi mampu jawara, sementara itu Rio Andrianto mampu menjadi runner up dibelakang Faerozi. Perlu diketahui juga bahwa keduanya merupakan pembalap yang dibackup oleh Leon Chandra (Racetech Performance) untuk urusan pacuannya.

Rio Andrianto kedua di dua race ronde kedua Oneprix 2021

Mengenai settingan sendiri, Leon Chandra mengaku bahwa dia hanya fokus pada mapping atau pengapian agar kuda besi lebih maksimal di sirkuit Sentul Karting. “Pada sirkuit sentul ini saya fokus pada mappingan atau pengapian motor saat pembalap meliuk – liuk di banyak tikungan yang ada di sirkuit Sentul ini.” Sebut Ko Leon Candra.

SSS Racing

Oleh karena itu, percikan api dari busi dibutuhkan untuk selalu terus responsif dalam melayani pembakaran dan pergerakan piston yang bisa memutar hingga belasan ribu RPM itu. Busi haru memercik terus menerus dan ledakan terjadi sangat cepat sekitar 0,002 detik sekali.

Menggunakan Busi Brisk Tapi Beda Tipe

Nah, kedua motor yang dipacu oleh M.Faerozi dan Rio Andrianto sendiri ternyata menggunakan busi Brisk. Tetapi keduanya dengan tipe yang berbeda tetapi tetap satu merk yaitu Brisk yang berasal dari Republik Ceko ini. Untuk M.Faerozi sendiri menggunakan busi Brisk Premium GS-AR08GS. Busi yang memang khusus untuk balap ini sendiri membantu memaksimalkan pembakaran pada pacuan MX-King tunggangan M.Faerozi.

“Busi ini memang khusus balap, busi tipe Premium GS ini mampu menopang kompresi tinggi atau lebih dari 13. Pembakaran terjadi secara maksimal dan 360 derajat sehingga tidak meninggalkan bahan bakar sisa dan karbon.” Jelas Mr. Giman dari Brisk Motor Indonesia, Distribusi Resmi Busi Brisk khusus motor di Indonesia.

Penampakan MX-King tim ASR Sulawesi Tenggara

Sementara itu, untuk tunggangan Rio Andrianto menggunakan busi Brisk Xline AOR10-X9. “Busi ini memiliki bahan silver/perak dengan sifat penghantar panas yang baik, dan bisa menghantarkan api 360 derajat. Dengan begitu akselerasi semakin meningkat,” tambah Mr.Giman.

Mengenai perbedaan kedua tipe busi Brisk tersebut Mr.Giman juga menjelaskan. “Untuk bahan Xline dan GS  sama-sama bahan silver, perbedaannya ada di dalam struktur kepalanya dan sistem pengapiannya. Untuk tipe GS, kepalanya rata supaya tidak terbentur kepala piston karena kompresi yang tinggi. Untuk X-Line kepalanya berkaki empat dan lebih menonjol keluar.

Buat balap mania yang juga penasaran dan ingin mencoba peforma dari Busi asal negara Republik Ceko ini bisa langsung cekidot ke instagarm @briskmotorindonesia.

GM-helm PARD