Drag Bike Kajen Pekalongan: Ninja Sambalado Kembali “Teriak” !

Ninja Sambalado tercepat di Kajen, Pekalongan | Foto: Richard

BalapMotor.Net – Lama tak terdengar gaungnya di tangga podium, kemarin di Kajen, Pekalongan motor yang dikenal dengan nama “Ninja Sambalado” ini justru tampil memukau dengan menjadi yang tercepat di kelasnya. Bara Wedha sebagai juru korek beberapa waktu yang lalu juga mengalami satu insiden saat mencoba Matic 200cc karyanya. Sempat mengalami perawatan serius, kini mekanik muda ini siap kembali ke jalur 201meter.

Sempat menuturkan bahwa motornya masih sering tidak kebagian joki, makanya motor dengan ciri khas warna pink putih ini juga jarang muncul di event-event. Dwi Batank yang notabene joki asli dari motor ini pun tidak selamanya dapat membesut motor ini, dikarenakan sudah terikat kontrak dengan tim lain. Namun, kemarin Dwi Batank patut berterima kasih pada motor ini, karena podium teratas mampu disabet dengan timer 7,383 detik !

SSS Racing

“Perubahan cuma terjadi pada knalpot mas. Kapasitas perut knalpotnya lebih besar, jadi tenaga lebih banyak keluar. Motornya juga jadi lembut tapi tenaga isi terus”, ungkap Bara Wedha yang masih dalam proses pemulihan kesehatan tersebut.

Bara Wedha (Kanan) dan sederet crew dari Bara-Bere Hasil Laut | Foto: Richard
Bara Wedha (Kanan) dan sederet crew dari Bara-Bere Hasil Laut | Foto: Richard

Dwi Batank yang mengusung nama tim Bara-Bere Hasil Laut 182, mampu terlepas dari para pesaingnya di kelas yang akrab disebut kelas Ninja Standar ini. Pemula berbahaya asal Gombong juga tidak mau kalah dengan para seniornya. Ya, Febri Jenglot yang membawa motor yang juga pernah podium pertama pada event Kutoarjo lalu. Motor tersebut dikawal oleh tim KT Speed Dwi Gemak dan mampu tembus di 7,450 detik.

Ninja Fan-Terra Pekajaman nampaknya kali ini harus puas berada di posisi ketiga dan kelima bersama Fandi Pendol dan Asep Robot. Pernah tembus di 7,2 detik, motor ini justru sedikit melorot hingga berlari di 7,492 detik (F. Pendol) dan 7,521 (Asep Robot). Di posisi keempat tercatat ada Nico Sakauw punggawa dari ABRT20 Racing Salatiga yang kali ini membawa kuda besi barunya. Cek HASIL

“Sejak balap TPM Indramayu, motor belum pernah disetting lagi mas. Ternyata ada keluhan dari Dicky Ucil, Fandi Pendol dan Asep Robot pada gigi ratio nya. Dimana gigi 5 nya ngga mau balik dan otomatis saat memasukkan gigi 6 juga sudah terlambat. Padahal power motor masih sehat dan kuat”, ungap Alfansa Terra Sabdarifa owner dari tim Fan-Terra Pekajaman Hj. Supriyanti.

Alfansa Terra Sabdarifa | Foto: Richard
Alfansa Terra Sabdarifa | Foto: Richard

Semakin kesini, teknologi dan riset di kelas Sport 2T Standar 150cc memang semakin menggila. Para mekanik saling berlomba menciptakan “jet darat” dan para pembalap saling berlomba menjadi yang tercepat. Mari kita tunggu, hasil riset dan eksekusi di lintasan siapa yang akan memimpin di event-event berikutnya. [ richard ]

GM-helm