Drag Bike Banjarnegara, Dicky G.A Juara, Sinogo Kalah Tipis !

Aksi Dicky G.A

BalapMotor.Net – Kali ini berita mengumandang dari kelas yang paling banyak memiliki julukan. Ya, Bebek 2tak Standar 116cc memang memiliki banyak julukan atau nama panggilan lain, seperti bebek goreng dan bebek tiet. Entah siapa yang menciptakan julukan seperti itu, namun tersirat nama tersebut mengartikan dari suara motor bebek khas 2tak, apalagi jika knalpot sudah melalui proses sedet, wahh pasti bikin kuping kita berdengung tuh.

Pada gelaran Kratingdaeng Drag Bike Seri Final kemarin (10/1), kelas ini menjadi satu-satunya kelas bebek standar yang dipoinkan. Para “dedengkot” di kelas ini juga terpantau hadir, yaitu Sinogo Jogjakarta, MCM Kebumen, Garmos dan lainnya. Dari sekian pembalap papan atas yang berlaga, justru pembalap pemula lah yang menjadi juaranya, yaitu Dicky G.A (Temanggung). Dia adalah salah satu dari tiga pembalap yang mengebut motor kelir hitam milik MCM.

Aksi Nico Sakauw bersama Sinogo
Aksi Nico Sakauw bersama Sinogo

Berjoin dengan Hendra Kecil (Magelang) dan Kiki Codet (Demak), Dicky sukses menaklukan sirkuit Jl. Pramuka Klampok, Banjarnegara dengan timer 8,430 detik. Namun menjadi menarik, ketika pada data HASIL tercatat pada posisi kedua ada Nico Sakauw (Kudus) dengan timer 8,436 detik. Woww hanya terpaut 0,006 detik !

SSS Racing

“Ya saya senang mas, bisa jadi juara satu. Tapi saya juga masih belum puas dengan timer segitu, kondisi trek kemarin kurang ideal sih mas”, ungkap Dicky G.A yang juga ternyata masih bersaudara dekat dengan Hendra Kecil itu.

Dicky G.A
Dicky G.A

Motor yang ditunggangi oleh Dicky juga mengalami sedikit perunaham, terutama dibagian bandul. Alas an perubahan ini adalah karena motor juga dijoin oleh pembalap lain di kelas lokal.

“Ini pake mesin yang satunya lagi mas. Kalau mesinnya Dicky sendiri lagi di repair. Kalau mesin yang kemarin, itu saya setting buat pembalap dengan bobot 45kg. tujuannya biar bisa dipake sama pembalap-pembalap lokal”, ungkap Babae Atong sosok mekanik dibalik nama besar MCM Kebumen.

Okedeh, kalah menang memang wajib adanya. Terpenting adalah ketika kita terus fight dan tidak menyerah. Dalam pantaun balapmotor.net sendiri, beberapa mekanik lain juga tertarik dan berniat akan turun di kelas bebek goring ini. Mantap, biar semakin ramai persaingannya ya. [ richard ]

GM-helm PARD