Chodox Raih Best Time, Hole Shot Belum Pecah

BalapMotor.Net – Sangat disayangkan memang ketika dunia drag bike sempat digemparkan dengan rekor-rekor baru di Banjarpatroman 2 minggu lalu, namun di Pemalang kemarin justru tidak dapat diulang kembali. Sirkuit NP Pantai Widuri memang menjadi saksi bisu gelaran Kawahara IRC IDC Seri 2 Pemalang.

Tim-tim besar terpantau hadir pada salah satu event terakbar tahun ini. Tentunya mereka masih sangat penasaran dengan catatan waktu yang dicetak di Banjarpatroman saat itu dan ingin diulang kembali di Pemalang. Namun bila kita melihat data HASIL, catatan waktu di lima podium masih sama dengan event-event biasa. Apa sih yang beda?

 
“Kalau sirkuit emang sedikit nanjak mas di 100m pertama, tapi selepas itu datar. Kalo menurut saya sih problem terbesar masih di jenis ban mas. IRC Speed King memang bagus, tapi masih kurang kuat untuk power sebesar ninja tu dan FU200. Cengkramannya masih lebih bagus si”kakak” yaitu IRC Eat My Dust”, ungkap Eko Chodox yang kemarin mengukir best time di 7,031 detik.

SSS Racing

 
Catatan tersebut diraih Chodox di kelas FFA dengan ninja tu milik Sumber Agung IRC. Ninja garapan Setyoko Penceng ini sebetulnya sangat berpotensi untuk mendapatkan Hole Shot. Udah tau kan apa itu Hole Shot? Yap, Hole Shot adalah hadiah 1juta rupiah untuk joki yang mampu mencetak waktu dibawah 7 detik. Namun kemarin memang sangat disayangkan tidak ada satupun joki yang mampu berlari hingga dibawah 7 detik.

Aksi Asep Robot juga tembus 7,0 detik | Foto: Richard

Erdeve Indonesia selaku promotor pun sangat meminta maaf kepada seluruh tim, joki dan mekanik atas tidak difinalkannya 3 kelas poin yaitu ninja standar, FFA dan Bebek 200. Ya harap dimaklum juga ya balapmania, penyisihan dan final digelar satu hari, belum ada kelas-kelas lain yang juga diikuti oleh banyak starter. Maka jangan heran kalo sampai pukul 6 sore balap belum juga usai.

 
“Atas pertimbangan panitia dan juri maka balap harus dihentikan mas. Mohon maaf untuk tim-tim yang mengikuti di kelas ninja standar, bebek 200 dan ffa, ketiga kelas tersebut tidak dilakukan final dan hanya diambil hasil penyisihannya saja. Event kali ini tentu menjadi introspeksi kami untuk lebih baik lagi di seri-seri berikutnya”, ungkap Deon Erdeve selaku panitia.
Oke, dibalik sebuaj event tentu selalu ada polemik didalamnya. Jangan ragu jangan takut, jadikan ini sebagai evaluasi di seri berikutnya. Indonesia Drag Bike ngga pernah kendor ! [ richard ]

GM-helm PARD