Matic 200cc Metamorphosis Kediri, Gunakan CDI, Pulley Serta Rangka Karya Sendiri, Tercepat di IDC Purbalingga

Matic 200cc Metamorphosis Kediri, Gunakan CDI, Pulley Serta Rangka Karya Sendiri, Tercepat di IDC Purbalingga
Matic 200cc Metamorphosis Kediri, Gunakan CDI, Pulley Serta Rangka Karya Sendiri, Tercepat di IDC Purbalingga

BalapMotor.Net – Dafi Mini, joki drag bike asa Tulungagung, Jawa Timur mampu menjadi yang tercepat di kelas Matic TU 200cc pada Kawahara IRC IDC 2017 putaran 4 di Purbalingga (3/8). Joki yang membela tim Putra Tunggal Manahadap ini memacu Yamaha Mio garapan Metamorphosis Kediri dan mampu mencetak time 7.601 detik.

Tentu saja Mio berkelir biru tersebut mampu menumbangkan beberapa motor matic kencang lainnya seperti garapan Pells Solo, Wahana Baru Bandung dan Vincent VRG Jakarta. Motor-motor Matic mereka merupakan pesaing kuat dari Matic 200 Metamorphosis Kediri.

Matic 200cc Methamorphosis Kediri, Gunakan CDI, Pulley Serta Rangka Karya Sendiri, Tercepat di IDC Purbalingga
M Jamaludin dan Dafi Mini
LENKA MiniGP SSS Racing

Menurut Mochammad Jamaludin sang mekanik, motor tersebut sebelumnya pernah mencetak time lebih baik dibanndingkan dengan saat di Purbalingga kemarin. “Sebelumnya motor ini mampu mencetak time 7,4 detikan, tepatnya saat turun di Kudus.Disini treknya sedikit bergelombang jadi kurang maksimal,”ujarnya.

Baca Juga : Hasil Drag Bike IDC Purbalingga 3 September 2017 (Total Poin)

Meskipun sudah sangat sering menjadi yang tercepat, namun Methamorphosis sendiri tidak pernah berhenti untuk riset.Untuk motor yang dipacu Dafi kemarin saja, ada beberapa part yang diriset oleh Metamorphosis.

“Motor kita menggunakan CDI yang kita riset sendiri, selain itu pulley serta rangka juga kita yang merisetnya.” kata M Jamaludin.

Matic 200cc Metamorphosis Kediri, Gunakan CDI, Pulley Serta Rangka Karya Sendiri, Tercepat di IDC Purbalingga
Kru Metamorphosis Kediri

Mekanik sarjana seni ini juga menerangkan beberapa keunggulan dari part hasil riset darinya bersama tim Methamorphosis. ” Untuk CDI serta pulley yang kita riset sendiri ini mempunyai keunggulan yaitu tenaga motor terus terisi dari rpm bawah sampai atas. Selama ini kebanyakan matic drag kehabisan tenaga di atasnya, mesinnya teriak namun tidak ada powernya.” terang M Jamaludin.

Mengenai rangka sendiri, meskipun masih mengggunakan bahan dari besi biasa namun M Jamaludin menerangkan bahwa rangka tersebut didesain sesuai dengan sang joki. ” Rangka tersebut kita buat menyesuaikan dengan joki. Untuk bahannya sendiri memang masih menggunakan besi,ini tentunya agar sesuai dengan regulasi bobot. Percuma kalau ringan terus harus ditambahkan beban,” urai M Jamaludin.

Nah buat yang penasaran dengan spek mesin dari Mio 200cc Methamorphosis Kediri, bisa disimak di bawah ini.

Data Modifikasi

Rasio kompresi 14:1, Stroke naik 2mm (Total langkah menjadi 61.9mm), Piston merek Moto 1 diameter 64, Klep 32.4/27.6, Berat Roller 7 silang 8 gram, Gear Box/ Rasio 15/41, Pulley Custom dengan sudut 13.5 buatan sendiri ( metamorphosis), Kampas Ganda Honda Beat, Per CVT 1500 RPM, Per Kampas Ganda 2000 RPM.

Data angka buka tutup noken As IN Open 38 – IN Close 65 ( Total Durasi 283°) Lift 10.2 mm,, EX Open 66 – EX Close 39 ( Total Durasi 285°) Lift 10.1mm, Per Klep menggunakan Type Swedia di dobel Per Klep Kecil punya Kaze.

 

GM-helm VND Racing PARD