BalapMotor.Net – Dunia balap motor Tanah Air kembali berduka. Salah satu rider terbaik Indonesia, Awhin Sanjaya, meninggal dunia usai mengalami kecelakaan saat balapan di race final Sumatera Cup Prix (SCP) 2025.
Insiden nahas tersebut terjadi pada race penutup kelas Bebek 4 Tak 150cc Tune Up Open (SCP3), yang juga menjadi penentuan gelar juara umum 4 tak. Awhin Sanjaya yang pada ajang SCP 2025 membela tim SWR Tuan Muda Catam Solid R22 Racetech BKRT Chans Racing terlibat crash beruntun di tengah jalannya balapan.
Tim medis dengan sigap langsung melakukan evakuasi dan membawa Awhin ke rumah sakit terdekat. Namun, pembalap asal Masamba, Kabupaten Luwu Utara, Sulawesi Selatan tersebut dinyatakan meninggal dunia. Kepergian Awhin menjadi pukulan besar bagi dunia balap nasional.
Dari Masamba ke Asia
Awhin Sanjaya lahir di Masamba, 22 Februari 1998. Namanya mulai dikenal luas setelah menjadi wakil Sulawesi di Final Yamaha Cup Race (YCR) 2014 yang digelar di Yogyakarta. Penampilan impresif tersebut membawanya terpilih sebagai bagian dari skuad Yamaha Indonesia untuk berlaga di Yamaha Asean Cup 2014 di Sirkuit Sentul Internasional.
Selepas ajang tersebut, Awhin memutuskan menetap di Pulau Jawa dan bertarung di kerasnya persaingan balap nasional yang dikenal sebagai region neraka. Keputusan itu terbukti tepat.
Pada musim 2015, Awhin tampil moncer bersama Yamaha Trijaya, bersaing di perebutan gelar juara region kelas pemula. Setahun berselang, prestasinya semakin meroket. Bersama Honda Trijaya, Awhin sukses menyabet Juara Region MP2 Seeded, Juara Umum HDC 3 Honda Dream Cup, serta Juara Umum Sidrap Prix 2016.
Membela Merah Putih di ARRC
Prestasi tersebut mengantarkan Awhin ke level Asia. Pada 2017, ia mendapat kepercayaan bergabung dengan Astra Honda Racing Team (AHRT) untuk berlaga di FIM Asia Road Racing Championship (ARRC) kelas AP250.

Selama tiga musim tampil di ARRC, Awhin menunjukkan performa kompetitif. Ia nyaris meraih gelar juara dan tercatat finis runner-up pada musim 2018 dan 2019. Di masa ini, Awhin lebih fokus membalap di kelas sport dan ajang Indonesia Racing Series (IRS), di mana ia juga tampil berprestasi.
Kembali ke Bebek dan Titik Balik Karier

Pada musim 2020, Awhin kembali turun di balap bebek bersama Astra Motor Racing Team (ART) Yogyakarta, tim yang merupakan transformasi dari tim lamanya. Ia harus kembali beradaptasi setelah tiga tahun fokus di kelas sport.
Memasuki akhir 2023, Awhin juga mulai aktif turun di kelas 2 tak yang kembali ramai di Indonesia. Musim 2025 menjadi salah satu titik balik penting dalam kariernya. Selain tampil kompetitif di berbagai kejuaraan nasional seperti SCR, LFN HP969 Road Race, dan SCP, Awhin juga kembali mendapat kesempatan membalap di level Asia bersama LFN HP969 Racing Team di kelas Underbone 150cc.
Di SCP 2025 sendiri, Awhin berada dalam jalur perebutan gelar juara umum, hingga akhirnya insiden tragis itu terjadi di race final.

Sosok Sederhana dan Rendah Hati
Penulis BalapMotor.Net mengenal Awhin sejak awal kedatangannya di Pulau Jawa pada akhir 2014. Ia dikenal sebagai sosok yang pendiam, murah senyum, tidak neko-neko, dan sangat menghormati sesama. Kepribadiannya membuat Awhin disegani, baik di dalam maupun di luar lintasan.
Awhin Sanjaya meninggalkan seorang istri dan satu orang anak. Kepergiannya bukan hanya kehilangan bagi keluarga, tetapi juga bagi dunia balap Indonesia. Dari Masamba, ia tumbuh menjadi pembalap nasional hingga Asia—seorang “Pendekar Masamba” yang namanya akan selalu dikenang.
Selamat jalan, Awhin Sanjaya. Jasamu dan prestasimu akan abadi di lintasan balap Tanah Air. (**)






































































