MotoGP 2015 : Rossi Enggan Itung-Itungan Matematis

BalapMotor.Net – Rossi enggan dengan perhitungan matematis mengenai gelar juara. Bagi dirinya hal yang tidak mungkin bila dirinya akan tersusul rekan satu timnya Jorge Lorenzo di posisi ke dua klasemen sementara MotoGP 2015. Pria 36 tahun lebih menyukai kenyataan di lintasan di banding penghitungan matematis.

Valeentino Rossi saat ini berada di puncak klasemen unggul 18 poin setelah finish di posisi ke dua (11/10) di Motegi, Jepang. Sebelumnya pria Italia itu hanya terpaut 14 poin, namun Jorge Lorenzo hanya finis di posisi ke 3 di sirkuit Motegi. Ini membuat dirinya melebarkan sayap di puncak klasemen. Menurut Rossi, sisa laga merupakan balapan yang tidak mudah bagi dirinya. Dalam perhitungan, dirinya bisa pastikan juara hanya dengan dua kali juara di sisa seri, meski Jorge Lorenzo finis di posisi 1 selama sisa seri berturut turut. Dirinya tidak menyukai patokan matematis, sebab persaingan di MotoGP sangatlah ketat. Bukan hanya dari pesaingnya di klasemen Jorge Lorenzo, namun penampilan apik pembalap Repsol Honda. Tidak terkecuali Dani Pedrosa yang tunjukan taringnya di beberapa balapan terakhir.

LENKA MiniGP SSS Racing

“ Bagi saya ini sangat mustahil. Itu sangat sulit menjalani sisa balapan. Sebab pembalap Honda sangat kuta,” tutur Rossi.

Lanjut mantan juara dunia itu, “ Saya tidak pernah melakukan jenis perhitungan seperti ini. Jadi sekarang yang menjadi target fokus pada balapan Philip Island dan mencoba berada di depan Jorge Lorenzo,”

Keberhasilan Rossi melebarkan sayap di puncak klasemen diakuinya berkat bantuan Dani Pedrosa. Sebab, Pedrosa menjadi motivasi bagi dirinya. Terlebih Pedrosa yang sebelumnya dapat mendahului dirinya bisa membalap rekan satu timnya yang saat itu menjadi pemimpin balapan . Salain itu, Jorge Lorenzo juga lakukan kesalahan. Ini membuat Rossi dapat memanfaatkan dengan menyalip rekan satu timnya yang turun di posisi kedua.

“ Dani membantu saya karena pada saat itu dia sangat baik dan memberi motivasi saya. Saya mencoba mengikuti Pedrosa untuk mengalahkan Lorenzo dan saya dapat melewatinya. Padahal saat itu Lorenzo cukup baik,” ujar Pembalap dengan nomor 46. [ dewa ] foto : MotoGP

APRILIA GM-helm VND Racing PARD