Dapat Saingan, Ratu Grasstrack Jateng ‘Ditta Lambada’ Justru Makin Senang!

Dapat Saingan, Ratu Grasstrack Jateng ‘Ditta Lambada’ Justru Makin Senang!
Ditta Lambada podium 1 FSCM Grasstrack Challenge 2018
Yamaha Bpro Racing

BalapMotor.Net – Ditta Aditya Febriani atau lebih dikenal dengan sapaan Ditta Lambada kembali membuktikan bahwa julukan yang telah dinobatkan kepadanya sebagai “Ratu Grasstrack Jateng” bukan sekedar julukan semata.

Namun dari pada itu, sebuah bukti kualitas dan prestasi memang hampir selalu diraih srikandi asal Salatiga ini. Bukti terakhir dalam kejuaraan FSCM Grasstrack Challenge 2018 yang berlangsung di sirkuit Gedongsongo, Bandungan, Semarang (4-5/8).

Ditta kembali menjadi yang terbaik di kelas FFA wanita. Meski kali ini mendapat perlawanan yang cukup sengit, namun berkat skill, kecermatan dan kematanganya dalam memacu motor ia tetap bertengger di podium teratas.

“Ini pertama tampil lagi setelah terakhir jatuh di Magelang kak. Baru sembuh, tapi saya rasa sudah cukup fit, jadi saya ikutan di sini. Tadi coba main tenang saja, masih ada sedikit rasa trauma kak, tapi bersyukur bisa juara lagi,” ujar Ditta yang membawa bendera Navaro Indonesia JMB TMRT Norifumi.

Dapat Saingan, Ratu Grasstrack Jateng ‘Ditta Lambada’ Justru Makin Senang!
Aksi Ditta Lambada di sirkuit Gedongsongo, Bandungan, Semarang

Dalam event yang digarap oleh Indiel Racing Organizer (IRO) ini, kelas FFA wanita memang terpantau semakin ramai. Hal itu terbukti dengan hadirnya lady grasstrack dari berbagai daerah, seperti dari Gunung Kidul hingga Garut.

So, persaingan yang tersaji pun semakin menarik dan seru. Hal ini pun diakui Ditta, dimana ia mengaku semakin sulit dan butuh perjuangan lebih keras untuk meraih gelar juara.

“Iya kak, persaingan sekarang semakin seru. Semakin banyak teman yang ikut dan penampilan mereka juga semakin bagus. Tapi saya justru merasa senang, ini jadi motivasi saya agar terus berlatih dan berjuang lebih baik lagi demi meraih prestasi. Semangat balapnya jadi lebih tinggi lagi kak,” tutup gadis kelahiran Salatiga, 12 Februari 1996.

| Yugo

SSS Racing GM-helm