PEDROSA, MARQUEZ DAN LORENZO BICARA TENTANG GANASNYA KUDA BESI MOTOGP

GM-helm

Bicara kekuatan kuda besi MotoGP pasti semua taulah kalau kuda besi tersebut pwernya sangat luar biasa. Berbanding lurus juga dengan resiko kecelakaanya dong, nah kali ini Dani Pedrosa, Marc Marquez dan Jorge Lorenzo yang ketiganya notabene merupakan pembalap negeri matador dan ketiganya juga menggunakan Alpinestar sebagai pelindung tubuh mereka dari cedera. Nah mereka akan berbicara perihal kecelakaan yang dialaminya saat menunggangi kuda besi 4 tak yang memang punya power diatas 200 daya kuda. Pedrosa dan Lorenzo mengalami tulang selangka patah pada seri tahun ini dan yang terakhir Marquez yang mengalami cederah dislokasi bahu saat warm up di Silverstone. Ketiga pembalap ini menggunakan wearpack Alpinestar Air tech yang menggunakan teknologi airbag sistem.

Namun meski mereka mengalami cedera yang lumayan, tapi mereka bertiga kompak bahwa Alpinestar telah melakukan pekerjaan yang baik dan tentu saja mampu melindungi mereka. Hanya saja kekuatan motor sekarang sudah jauh berbeda dari jaman dahulu contohnya saat MotoGP masih menggunakan 2 tak 500cc atau disebut GP500, saat itu kecelakaan hanya akan mengenai tangan atau kaki saja, namun dengan kekuatan kuda besi 1000cc prototype sejak awal MotoGp di 2001, mulai saat itu cedera sudah sampai merembet ke bahu pembalap. Kecelakaan yang sekarang dinilai berbahaya yaitu jatuh karena High Side, itu loh yang pembalapnya terlempar keatas  dikarenakan saat keluar tikungan ban belakang slide, namu setelah slide ban menapak ke aspal lagi dan alhasil si pembalaplah yang akan terlempar keluar. Begini nih percakapan Lorenzo, Marquez dan Pedrosa yang bercerita tentang kecelakaanya pada Crashnet.

“Saya pikir Alpinestars melakukan pekerjaan yang sangat baik. Setiap kali kita memiliki beberapa masalah, mereka sangat cepat untuk memperbaiki, “kata Lorenzo. “Jenis crash kita miliki di MotoGP benar-benar kuat, jadi kami harus tetap bekerja di masa depan untuk menghindari cedera tulang selangka dan jenis ini hal-hal.”Data dari Alpinestars menunjukkan bahwa airbag Marquez dikerahkan 0.168s sebelum dampak awal untuk bahu kirinya. Inflasi penuh tercatat 0.048s setelah penyebaran.  Namun Marquez dinyatakan tidak perlu melakukan operasi.Kekuatan energi puncak adalah 22.55g, sebagian besar terkonsentrasi di bahu kiri. Airbag tetap penuh meningkat di seluruh, memastikan jumlah maksimum penyerapan energi. Ini mungkin belum cukup untuk mencegah dislokasi, namun Marquez yakin dia akan menjadi lebih buruk tanpa itu.“Bagi saya cedera bahu hanya karena kita naik begitu cepat dan mendorong banyak,” kata Marquez, yang kembali ke pertempuran untuk kemenangan dalam lomba Silverstone. “Para crash untuk Jorge [Assen dan Sachsenring] dan Dani [Sachsenring] begitu kuat. 

Bener kan memang balapan itu olahraga yang penuh resiko. Sebenarnya ada lagi jenis crash yang lebih berbahaya dibandingkan dengan high side atau kecelakaan tunggal yang mereka alami.Masih inget kan kejadian yang dialami Marco Simonceli, Shoya Tomizawa dan yang terakhir kecelakaan yang dialami oleh Antonelli saat WSBK Moskow, tertabrak pembalap lain,itulah yang paling berbahaya. Sudah jatuh lalu ditubruk pembalap lain meskipun memakai wearpack dengan airbag sekalipun namun jika terinjak kuda besi yang bobotnya lebih dari 100kg dengan kecepatan tinggi. Semoga saja tidak ada lagi yang seperti para mendiang yang sekarang sudah nyaman di alam sana. DL

high side
Simoncelli


SSS Racing