MOTOGP: KETIKA RASA SAKIT TIDAK LAGI DIRASAKAN PARA BINTANG MOTOGP DEMI

GM-helm

Resiko dari sebuah balapan yang dekat yaitu kecelakaan, dalam kecelakaan itu akan ada banyak juga akibatnya, dari yang mulai pegal-pegal, patah tulang, lumpuh atau sampai yang terparah yaitu meninggal dunia. Maka dari itu dari pihak penyelenggara balap pasti akan memikirkan hal tersebut, nah bicara MotoGP yang notabene balapan motor tercepat di dunia ini juga ga bisa menghindar dari resiko-resiko itu tadi. Pihak Dorna selaku penyelenggara pasti sangat-sangat jeli buat menginspeksi lintasan dan dipastikan aman, mulai dari run off, aspal sampai bantalan udara buat pelindung benturan di pinggir lintasan. Sama halnya dengan produsen alat keselamatan berkendara mulai dari earpack, helm sepatu, sarung tangan dan sebagainya pasti setiap saat memikirkan agar mampu melindungi pembalap dari resiko yang tidak diinginkan, kalau pembalapnya sih sudah pasti tidak ingin jatuh pastinya, jatuh kan tidak enak.

Itulah tantangan tersendiri buat para pembalap, bagaimana memacu kuda besinya secepat-cepatnya namun kudu tetep hati-hati supaya tidak mengalami kecelakaan. Kalau sudah mengalami kecelakaan dan mendapatkan cedera kan berabeh, namun di tahun ini muncul nama-nama yang mempunyai mental baja yang luar biasa, karena poin begitu berarti mereka harus tetap memaksakan untuk membalap meskipun sebenarnya belum pulih-pulih banget.  Pertama Jorge Lorenzo saat di MotoGP Assen 2013, begitu spektakulernya dia menahan sakit saat race dan mampu finis di posisi ke lima lalu setelah itu dia menjalani operasi dan mengikuti race lagi di Sachsenring namun baru di latihan bebas di menghancurkan tulang selangkanya lagi hanya dengan jarak waktu 48 jam dari operasi.

Begitu juga dengan Dani Pedrosa, dia mengalami patah tulang selangka di latihan bebas Sachsenring dan di Laguna Seca juga senasib dengan Lorenzo, namun dia bisa tampil apik di seri Indianapolis mungkinkarena jeda yang lumayan buat rehat. Sementara itu Marc Marquez saat di GP Inggris dua pekan lalu juga seperti itu, saat pemanasan di pagi hari dia kecelakaan dan mengalami dislokasi bahu, namun siangnya dia masih mampu buat mengikuti race dengan bantuan semprotan penghilang rasa sakit. Sebenarnya masih banyak lagi cerita yang lainya yang belum bisa balap-motor.com sebutkan semuanya seperti Cal Cruthclow, Bautista, Bradl dan hampir semuanya pernah mencium aspal. Mereka memaksakan seperti itu dikarenakan agarpoinya tetap aman mungkin karena kesempatan tidak datang dua kali yeee. NAmun berbeda halnya dengan Ben Spies, dia harus tidak berlaga selama beberapa seri malah dimusim ini hampir tidak terdengar namanya karena cedera yang berkepanjanga. DL

SSS Racing