MENGENANG MENDIANG SHOYA TOMIZAWA 1991 – 2010

Yamaha
MotoGP of San Marino - Practice

BalapMotor.net –   Jika kita mengingat sirkuit Misano, San Marino pasti kita akan mengingat dua nama pembalap MotoGP yang telah tiada sat ini, Marco Simoncelli yang namanya sekarang menjadi nama sirkuit ini dan satunya lagi yaitu Shoya Tomizawa yang meninggal saat berlomba di sirkuit ini. Nah kali ini yang akan balap-motor.com ulas yaitu Shoya Tomizawa. Buat mengenang mendiang Shoya Tomizawa, kali ini balap-motor.com sebagai media balap dan motor online akan mencoba mengulas profilnya Tomizawa.

Tomizawa Terlahir ke bumi ini pada tanggal 10 Desember 1991 di kawasan  Ashahi, Chiba, Jepang. Dia memulai balap pada usia 3 tahun dengan balapan pocket bike, terus ditekuninya sampai di tahun 2001 dia beralih ke sepeda motor yang lebih besaran sedikit namun ya kecil yaitu minibike di tahun 2001. Sampai dia bersekolah di sebuah sekolah menengah jurusan bahasa Inggris di kota Chiba disaat itulah dia mulai

mengikuti full seri AJC alias All Japan Championship kelas 125cc, tentunya sebelumnya dia juga sudah berprestasi dengan minibikenya. Di tahun 2006 dia menjadi juara kedua untuk kelas 125cc yang bukan 125 cc kelas bebek loh, pan di jepang balapanya dah pakai motor spek gp125. Karena cemerlangnya dia di tahun 2006 maka di tahun berikutnya dia diikutkan di dua kelas sekaligus yaitu kelas 125cc dan kelas 250 cc dalam satu musim, dan dia mampu menduduki peringkat ke-3 di 125cc dan peringkat ke-8 di 250cc, lalu di tahun 2008 dia difokuskan untuk main dikelas 250cc saja dan hasilnya dia mampu menjadi runerup untuk tahun 2008.

Karena prestasi tersebut maka tentu saja lirikan dari para pemerhati balap dunia mampu membawa dia untuk ke jenjang internasional. Oh iya pada tahun 2006 dan 2007 mendiang Tomizawa juga sudah dipercaya Honda Jepang buat wildcard GP125 di MotoGP Jepang loh lalu di tahun 2008 dapat jatah wildcard di kelas GP250. Di tahun 2009 adalah awal mula karir Tomizawa melanglang buana ke dunia, ia direkrut CIPMOTO di kelas GP250 dengan hasil akhir yang kurang begitu memuaskan, yaitu di posisi ke-17 di klasemen akhir tahun 2009, dengan posisi terbaik yaitu dua kali menduduki posisi ke-10 di  Motegi Dan Valencia. Buat debutan yang baru tentu saja hasil seperti itu sudah cukup lumayan sekali.

 


Pada Tahun berikutnyadi tahun 2010 kelas GP250cc kelasnya diganti dengan kelas Moto2 yang kali ini berkapasitas 600cc namun dengan jenis mesin yang berbeda yaitu 4 tak berbeda dengan GP250cc yang masih 2 tak masih bersama CIP MOTO, mendiang dengan mengendarai Suter mampu mancatatkan diri sebagai juara yang pertama kali dikelas yang memang baru digelar di sirkuit Losail Qatar yang menjadi seri pembukaan untuk tahun 2010. Lalu di seri berikutnya di Jerez Spanyol dia juga mencatat sejarah dengan menjadi Pole Position pertama bagi dia. Penampilanya tersebut membuat mata dunia mulai tertuju padanya, apalagi pada saat itu pembalap jepang sedang kurang menonjol di kancah MotoGP, malah sampai sekarang.

Namun naas menimpa mendiang saat berlaga di putaran ke-11 MotoGP San Marino pada 5 September 2010 saat berada di posisi ke-4 di tikungan cepat Curvone yang mambelok ke kanan dia kehilangan grip ban belakang sehingga terpeleset, dan naasnya dia jatuh tetap di tengah lintasan dan tepat didepan pembalap-pembalap lain dibelakangnya. Kemudian tubuhnya tertubruk oleh Scott Redding dan Alex de Angelis yang tidak mampu menghindar karena tepat dibelakangnya. Dia mengalami trauma tengkorak, didada dan di perut. Awalnya dia dibawa ke pusat medis di sirkuit dan lalu dibawa ke rumah sakit Riccione.

Tomizawa kecil bareng idolanya Daijiro Kato

Lalu pada pukul 14:20 waktu setempat dia dinyatakan meninggal dunia karena luka-lukanya. Saat itu usianya  baru menginjak usia 19 tahun dan itu merupakan usia yang masih sangat muda. Dia menjadi pembalap kedua yang meninggal di sirkuit MotoGP sejak era MotoGP setelah meninggalnya Daijiro Kato yang juga dari jepang yang meninggal di Sirkuit Suzuka Jepang pada sri pertama MotoGP 2003. Trenyuh memang nasib keduanya, yang lebih bikin trnyuh lagi lagi yaitu Tomizawa menempatkan nomer keramat mendiang Daijiro Kato 74 di wearpacknya sebagai penghargaan buat mendiang Daijiro Kato yang pernah Juara dunia GP250 dengan memenangkan 11 dari 16 seri GP.Seperti halnya banyak pembalap dunia dari Jepang yang juga memasang nomer keramat 74, namun nasib mendiang Tomizawa malah sama tragisnya.


Setelah mereka berdua dunia balap juga harus berkabung dengan meninggalnya pembalap MotoGP dilintasan juga yaitu pembalap Italia Marco Simoncelli yang meninggal saat balap di sirkuit Sepang, Malaysia pada tahun berikutnya. Mari kita doakan semoga para mendiang mendapatkan tempat yang indah disisiNYA. BM

–>

SSS Racing