BalapMotor.Net – Pembalap anyar MotoGP, Toprak Razgatlioglu, mengungkapkan tantangan besar yang ia hadapi dalam proses adaptasi di Kejuaraan Dunia MotoGP.
Juara Dunia Superbike itu mengakui masih kesulitan menyesuaikan diri dengan karakter motor dan ban yang berbeda dibandingkan dengan yang ia gunakan sebelumnya.
Dalam sesi tes pramusim di Sepang International Circuit, Razgatlioglu tertinggal hingga 1,9 detik dari catatan waktu tercepat yang dibukukan oleh Alex Marquez.
Catatan tersebut menunjukkan bahwa pembalap asal Turki itu masih harus bekerja keras untuk bisa bersaing di barisan depan. Toprak mengungkapkan bahwa salah satu kendala terbesarnya adalah ban.

Jika di Superbike ia terbiasa menggunakan ban Pirelli, di MotoGP seluruh pembalap menggunakan ban Michelin dengan karakteristik yang sangat berbeda. “Ban Pirelli mudah dikendalikan saat selip. Tetapi begitu ban Michelin selip, ban itu tidak dapat dikendalikan lagi,” ujar Toprak.
Ia menjelaskan bahwa gaya balapnya selama ini sangat mengandalkan kontrol ban belakang untuk membantu motor berakselerasi dan meluruskan motor saat keluar tikungan. Namun, pendekatan tersebut justru tidak efektif di MotoGP.

“Anda harus berkendara seperti di Moto2 dan sangat hati-hati dengan gas karena ban sangat sensitif. Saya mencoba beradaptasi dengan itu. Tim saya selalu mengatakan kepada saya bahwa saya harus berkendara dengan hati-hati. Tapi itu lebih mudah diucapkan daripada dilakukan,” tambahnya dilansir dari speedweek.
“Di Kejuaraan Dunia Superbike, saya selalu menggunakan ban belakang untuk mengendalikan motor. Saya selalu menggunakan ban belakang untuk meluncur, meluruskan motor, dan berakselerasi dengan baik. Tetapi di MotoGP, semuanya benar-benar kebalikannya.” pungkas Toprak.































































