Profil Pembalap Pertamina Mandalika SAG Thomas Luthi, Soal Pengalaman, Jangan Diragukan!!!

Thomas Luthi merupakan pembalap yang sarat pengalaman di GP | Foto : MotoGP

BalapMotor.Net – Tim balap asal Indonesia pertama yang akan tarung pada ajang Kejuaraan Dunia Moto2 musim 2021, yaitu Pertamina Mandalika SAG sudah memastikan satu pembalap yang akan jadi andalannya yaitu Thomas Luthi.

Lalu siapa sih Thomas Luthi? Yuk disimak ulasan profilnya sampai selesai yah gaes. Thomas Luthi merupakan pembalap yang sangat senior di dunia balap GP. Pembalap asal Swiss ini sudah berusia 34 tahun.

Eduardo Perales (Owner SAG) dan Thomas Luthi

Luthi yang lahir di Oberdiessbach, Swiss pada 6 September 1986 ini memulai karir balap dari balapan pocket bike. Luthi mampu jadi jawara balap Pocket bike di Swiss pada 1999 dan 2000.

SSS Racing

Pada 2002, Luthi mampu jadi runner up European 125cc Championship dan ketiga di German 125cc Series. Selain itu, di 2002, Luthi juga mendapatkan kesempatan untuk tarung dalam 7 ronde terakhir GP125 bersama tim Elit Grand Prix. Luthi saat itu mengumpulkan 7 poin dan finish terbaik pada posisi ke-9.

Thomas Luthi saat meraih podium pertamanya di GP125 pada 2003 tepatnya di Catalunya | Foto : MotoGP
Juara Dunia GP125

Pada 2003, Thomas Luthi lantas diberikan kesempatan untuk tarung full series di GP125 dan tetap dengan Elit Grand Prix.Bersama Elit Grand Prix, Thomas Luthi balap di GP125 sampai dengan tahhun 2006 dan berhasil jadi juara dunia GP125 pada 2005.

Masih bersama tim Elit Grand Prix yang berganti nama menjadi tim Emmi dan disupport oleh Caffe Latte, Thomas Luthi naik kelas ke GP250 pada 2007. Sampai dengan kelas GP250 digantikan kelas Moto2 pada 2010, Thomas Luthi masih bersama tim ini.

Thomas Luthi di GP250 | Foto : MotoGP

Prestasi terbaiknya di GP250 adalah posisi ke-7 klasemen akhir pada musim 2009. Setelah GP250 diganti Moto2 di 2010, Thomas Luthi lantas membela tim Interwetten Paddock Moto2. Nah tim ini sebenarnya sama saja dengan tim Elit atau Emmi, hanya berganti nama saja.

Sampai dengan 2014, atau selama 4 tahun, Thomas Luthi membalap di ajang Moto2 bersama tim ini. Hasilnya sendiri cukup istimewa, Luthi mampu selalu 6 besar di klasemen akhir dan posisi terbaik diraihnya pada 2010,2012 dan 2014 dengan berakhir di klasemen ke-4.

Thomas Luthi saat tarung pertama kali di Moto2 pada 2010 | Foto : MotoGP

Pada tahun 2015, tim Paddock GP yang berdiri sejak 2002 undur diri dari balap GP, lantas Thomas Luthi membela tim Derendinger Racing Interwetten di 2015 dan mengakhiri musim tersebut dengan posisi ke-5.

Berlanjut di 2016 dan 2017 Thomas Luthi membela tim Garage Plus Interwetten dan mampu meraih posisi akhir terbaik sepanjang karirnya di Moto2 yaitu runner up pada dua tahun tersebut. Oh iya, sponsornya masih Interwetten yah gaes. Interwetten adalah situs judi online asal Austria.

Balap di MotoGP

Pada 2020, Thomas Luthi yang bersinar di Moto2 lantas diberikan kepercayaan oleh tim EG 0,0 Marc VDS untuk tempur di ajang MotoGP. Sayangnya di MotoGP Luthi hanya jadi pelengkap, dia tidak meraih poin gaes.

Thomas Luthi saat balap di kelas premier MotoGP musim 2018 sayangnya gagal | Foto : MotoGP

Setelah jeblok di MotoGP, pada 2019 Luthi kembali balap di Moto2 dan bergabung dengan tim asal Jerman, Dynavolt Intact GP. Pada 2019 Luthi mampu ketiga di klasemen akhir. Masih bersama Intact GP dengan sponsor Liqui Moly, pada 2020 Luthi hanya berakhir di klasemen ke-11 Moto2.

Dengan ini pastinya Luthi merupakan pembalap yang sangat berpengalaman. Luthi sudah 10 musim di Moto2 dan pernah balap di MotoGP. Belum lagi tiga musim di GP250 dan lima musim di GP125. Totalnya, Thomas Luthi sudah mengikuti race di GP sebanyak 300 kali gaes.

Thomas Luthi di 2020 | Foto : MotoGP
GM-helm PARD