Nih Cerita Awal Perjalan Karir Balap “Pak Guru” Wawan Hermawan

Wawan Hermawan kini fokus pada sekolah balapnya Honda WH19 Racing Team

BalapMotor.Net – Ada hal menarik yang jarang terungkap dari Wawan Hermawan. Mantan Pembalap yang berkarir di dunia balap dari awal 2000an, ternyata dahulu bercita-cita menjadi AKABRI dan sempat lolos seleksi sampai Pantukhir, namun karena keyakinan tersebut dia memutuskan untuk memilih balap motor sebagai cita-citanya.

Wawan Hermawan mengawali balapan dari club event yang berlangsung di sirkuit Jalan Pahlawan Ciamis, Jawa Barat. Waktu itu Wawan hanya bermodalkan motor RX King harian yang biasa dipakai sebagai kendaraan kesekolah. Motor tersebut telah di modifikasi seperti motor road race pada umumnya untuk ikut balapan tersebut.

Dari situ awal mula Wawan berkarir di dunia balap motor, selanjutnya karena dia harus melanjutkan sekolahnya di Yogyakarta Wawan memutuskan membawa motor RX King tersebut untuk melanjutkan keseriusannya di balap motor. Namun ketika sedang konsultasi dengan Pak Gandoel, yang merupakan mekanik legendaris Indonesia, Wawan diberi saran yang lain.

Wawan Hermawan saat melihat anak didiknya berlatih di sirkuit Bukit Peusar
SSS Racing

“Ngapain pakai Rx king, pakai F1ZR lah,”ujar Pak Gandoel waktu itu. Akhirnya Wawan memutuskan mengganti motornya memakai FIZR. Trek Legendaris Parkiran Stadion Mandala Krida menjadi tempat berlatih dan saat ada event yang diselenggarakan di sana, Wawan selalu mengikutinya.

Tahun 2004 Wawan mendapatkan tawaran dari ART (Arya Racing Team) yang diketuai oleh Arya Dwi Mahendra tawaran tersebut mengawali debutnya membalap bersama tim ART. Saat bersama Tim ART Wawan diberi kesempatan untuk ikut di tiga event balap, berkat kegigihannya Wawan berhasil mendapat hasil positif namun sangat disayangkan di event keempat Wawan mengalami kecelakaan yang menyebabkan patah tulah di kakinya, karena patah tulang tersebut Wawan memutuskan untuk berhenti balap selama enam bulan.

Tahun 2005 Wawan mulai aktif balap kembali, sampai akhirnya Wawan kembali mendapatkan tawaran oleh Tim ART, dan Wawan menandatangani kontrak bersama ART untuk tarung full Kejurnas pada musim tersebut.

Aksi Wawan Hermawan saat final Motoprix Jawa 2017 di Surabaya

Bersama ART Wawan banyak mendapatkan hal positif saat balapan. Balap selama dua tahun ternyata berbuah manis tepatnya tahun 2005 Wawan berhasil mendapatkan Juara Nasional 110 4T Pemula, dan Runner up 2T Pemula. Pada gelaran OMR Yamaha Cup Race (YCR), Wawan juga mampu jadi Juara Umum 4T pemula, dan runner up 2T pemula dan Juara 3 Yamaha Asean Cup di Thailand.

Dari hal tersebut, selanjutnya Wawan Hermawan terus menjadi top rider Indonesia dan berlaga di Kejuaraan Nasional serta Internasional. Setelah mengawali karir dengan pacuan Yamaha, Wawan Hermawan lantas berpindah ke tim pabrikan Honda sampai dengan dirinya memutuskan pensiun.

Bersama pabrikan Honda, Wawan juga pernah menjadi tim riset dan sempat juga bekerja di PT AHM. | Redy

Berikut daftar prestasi yang pernah diperoleh Wawan Hermawan:

2005
– juara Nasional 4T pemula

– juara umum OMR 4T pemula

– Runner up 2T pemula

– Runner Up OMR 2T pemula

– juara 3 ASEAN CUP THAILAND

2008
– juara 1 ANNR Sugo – JAPAN

– juara 1 ANNR Zhuhai – CHINA

– juara 1 ANNR Guangzhou – CHINA

2009
– juara Umum ASIAN NATION

– juara 2 GP mono seri 1 indonesian supersport dan GP mono

2010
– Runner Up HRC 2

– juara 1 ANNR seri INDIA

2011
– Runner up HRC 2 -2012 :

– Runner Up sport kejurnas 250cc

2013
– juara Nasional Sport 250cc

– juara umum sport Omr CBR 250cc

– juara umum HRC 2

2014
– juara umum HRC 2

– Runner CBR 250cc

2015
– juara umum HRC 2

– Runner up HRC 1 – 2008 pernah menjadi peserta coaching clinic yang di mentori oleh Hiroki Kikuchi ( Dari SUZUKA Racing school) – 2011 menjadi Asisten instruktur Noboru Ueda / Nobby (instruktur Suzuka Racing school) pd program Honda Racing school –

-2012 menjadi Instruktur Honda racing school di GWK bali – selain itu juga merupakan instruktur program JJBB ( jadi juara bersama blade) mulai tahun 2009-2014.

Wawan Hermawan jadi mentor dalam acara Track Day Astra Motor Yogyakarta

 

GM-helm PARD