BalapMotor.Net – Partai final kejuaraan Kawahara Djava K2R IDC Drag Bike 2025 yang berlangsung pada malam tahun baru kemarin (31/12) menjadi pembuktian bagi Matic FFA Racingstart Moon Racing.
Satu-satunya pacuan yang berbeda ini melesat bersama Adit Coco. Kali ini berhasil menjadi yang tercepat di trek basah sirkuit NP. Lanud Gading, Wonosari.
Coco menorehkan best time 6,6 detik. Lawannya spek Ninja dan MX-King tak bisa berbuat banyak. Yup, faktor kondisi sirkuit dinilai menjadi kuncinya. Terlalu licin menjadi kesulitan bagi yang lain.
Hal tersebut pun diakui oleh sang mekanik. “Ya rezeki mas, karena memang sirkuit basah jadi motor lain yang powernya lebih besar sulit melakukan start,” ungkap Agus Haryadi.
Meskipun begitu, power Matic dengan basic mesin Aerox ini tak boleh dipandang sebelah mata. Catatan 6,6 detik itu bukan yang tercepat, karena pacuan ini sebelumnya sudah pernah 6,3 detik.
Hasil ini juga menjadi momen perjuangan Agus Moon dalam meriset Matic dengan kapasitas 345cc dengan power 63 HP itu. Tampil full seri lima putaran di IDC beberapa kali podium, dan kemarin puncaknya menjadi juara!
”Motor ini sudah cukup lama mas, tapi memang kita risetnya pelan-pelan. Banyak ubahan yang telah kita lakukan, baik dari sisi mesin maupun rangka. Bahkan sempat nyoba pakai NOS tapi motornya malah terbang,” papar tunner asal Sukoharjo itu.
Untuk bahan bakar sendiri, Agus Moon dari awal langsung menggunakan nitro. Pertama tampil pakai 2 Shok belakang, sekarang satu saja. Ban dan knalpot juga bergonta-ganti untuk menemukan settingan yang pas.
”Banyak sekali faktornya mas, dan saya kira Matic masih bisa bersaing di kelas FFA ini andaikan risetnya bisa jalan terus. Tapi ya itu, terkadang kita terkendala sperpart dan biaya juga,” lanjutnya.
”Untuk final tadi karena trek licin, kita coba beratkan roller mas. Awalnya 18 menjadi 21. Roller ini juga kita custom sendiri karena dipasaran ukuran segitu tidak ada,” jelas Agus Moon yang mengaplikasi klep KX titanium.
Hadirnya Matic Racingstart Moon Racing di pertarungan FFA tentunya menjadi warna tersendiri. Berani beda dan gaspol terus masku… (**) 































































