YUK KITA BAHAS KIPRAH PEMBALAP ASEAN DI MOTO2 2013

GM-helm

Balap-motor.com. Tahun 2013 ini merupakan tahun yang sangat bagus bagi kemajuan balap motor di Asean yang melangkupi beberapa negara termasuk Indonesia.  Setelah beberapa tahun hanya ada satu pembalap reguler di kejuaraan dunia Moto2 yaitu Rathapak Wilairot dari Thailand yang sudah mengikuti balapan GP250 sejak 2007 lalu, tahun ini kedatangan dua pembalap Indonesia yaitu Doni Tata Pradita yang di tahun 2008 pernah full seri GP250 dan juga Rafid Topan Sucipto yang menjadi pembalap termuda di kelas Moto2 tahun ini. 
Lalu ada juga pembalap Malaysia yang mengikuti beberapa seri dengan jalur wildcard yaitu Hafish Syahrin Abdullah yang membawa bendera Petronas Motorsport. Di pertengahan seri ada kabar yang mengejutkan bahwa Rathapak Wilairot pensiun dini karena alasan kesehatan dan digantikan pembalap Thailand yang di dua tahun ini main full di Supersport ARRC Thitipong Warokom yang di ARRC belum terlihat kemampuanya.

Menjelang seri GP MIsano ada lagi kabar yang mengejutkan yaitu ada pembalap Malaysia yang mengikuti sisa seri Moto2 menggantikan Yuki Takahasi di tim Honda Team Asia yaitu pembalap yang di tahun ini memimpin klasemen sementara ARRC Azlan Shah Kamaruzaman yang penampilanya di ARRC kelas supersport 600cc begitu bagus. Nah kali ini balap-motor.com mau mengulas kenapa yah rider asean hanya tarung dibelakang.



Pertama kita lihat saja Rathapak Wilairot yang di tahun ini sebenarnya penampilanya tidak buruk-buruk banget, bahkan di tahun 2010 dia mampu berada di barisan tengah, itu mungkin bisa saja sebagai bukti kalau pembalap Asean kaga melempem. Namun kita harus mengukur dulu pengalamanya di kejuaraan dunia dia sudah main reguler di MotoGP sudah bertahun-tahun dari 2007 sudah full seri diikutinya waktu itu ikutan kelas 250cc. Sebenarnya Doni Tata Pradita juga pernah full seri di GP250 pada tahun 2008 namun dia menunggangi kuda besi Yamaha YZ250 yang katanya sudah kalah set, dan hanya ikutan setahun saja, selanjutnya dia pindah ke World Supersport dan turun kelas ke ARRC ditahun berikutnya, jadi wajarlah kalau di tahu pertamanya naik Moto2 dia keteteran dibelakang.


Selanjutnya kita lihat si Rafid Topan Sucipto, dia merupakan pembalap termuda yang turun full seri Moto2 di tahun ini. Soal pengalaman dia ya masih belum banyak, dia di tahun 2012 lalu baru ikutan full seri ARRC kelas supersport 600cc, dan ditahun itu belum banyaklah dia berbicara, dia masih sering terjatuh dan sering sekali terjatuh, maklum baru jadi juara ARRC kelas bebek di 2011 lalu naik kelas ya butuh penyesuaian, nah di tahun ini atau setahun berikutnya harus ikut dikelas yang jauh lebih tinggi levelnya jadi wajar jika dia sering di overlap. Namun menurut pengamatan balap-motor.com, potensi seorang Rafid Topan Sucipto sangatlah besar, Lihat saja di saat habis start, dia tak pernah jadi yang terbelakang meski startnya sering paling buncit, berarti itu menunjukan bahwa dia hanya butuh jam terbang. Terus lagi di umurnya yang masih 18 tahun dia masih sangat jauh banget waktunya buat maju, jadi timnya pun di QMMF tak memberi target banyak, hanya target buat belajar, namun nampaknya semangat dan mental seorang Rafid Topan memang mantap, lihat saja di youtube video-video Moto2 tentang best action atau best crash, sering banget terlihat si Topan terjatuh, dan ada juga yang terlihat dia bersenggolan dengan rivalnya, malah ada juga saat di Mugello saat Topan Menubruk rekan senegaranya, berarti itu tandanya apa?? tandanya dia berani fight, tingal tunggu waktu aja.


Selanjutnya kita bahas tentang dua pembalap Asean lainya, pertama si Thtipong Warokom. Di ARRC tadi telah balap-motor sebutkan bahwa dia belum ada apa-apanya masih jauh dari M.Fadli ataupun Azlan Shah kamaruzaman. Hanya saja dia saat ini merupakan pembalap Honda terbaik di Thailad jadi dialah yang dipilih, sebenarnya masih ada Decha Kraisat dan Calemphol yang saat ini menguasai ajang All Japan Championship kelas Supersport, namun mereka berdua merupakan pembalap Yamaha, jadi ya gitu deh. Yang balap-motor.com bingung adalah setelah Warokom dididik di kelas dunia yaitu di Misano beberapa bulan lalu buat persiapan keikutsertaanya di Moto2, penampilanya berubah drastis, dia setelah itu sanggup finish ke-5 di ARRC Madras India, dan di Moto2 dia langsung bisa menyamai catatan waktu Doni Tata yang sudah duluan, sayang umurnya sudah kelewat lumayan, dia sudah berumur 25 tahunan.
–>


Dan yang terakhir kita akan bahas Azlan Shah Kamaruzaman yang baru di seri Misano mengikuti balapan Moto2 dengan menggantikan  Yuki Takahasi di tim Honda team Asia. Ada yang tak kenal Yuki Takahasi????? Dia itu pembalap jepang yang sebenarnya kualitasnya tidak diragukan lagi. Yuki Takahasi pernah mengikuti kejuaraan GP250, dan MotoGP menjuarainya pun pernah, namun karena pretasinya kurang memuaskan dan malah sering tampil dibelakang jadi diganti deh. Azlan Shah Kamaruzaman pembalap Malaysia yang skillnya mampu mengimbangi para pembalap Jepang yang sudah karatan di balapan dunia misal Katsuaki Fujiwara, Ryuichi Kyonari, dan Makoto Tamada aja harus berjuang keras buat ngalahin Azlan Shah. Berkat prestasinya di ARRC serta di saat keikut sertanya di ajang Suzuka 8 jam Nonstop dia mampu dilirik Tadayuki Okada bos tim Honda Team asia, mungkin dengan dukungan Bon Siew Honda Malaysia dong. Prediksi balap-motor.com dia bakalan menunjukan prestasinya di debutnya di Moto2 GP Misano namun kok malah dibelakang bareng dua pembalap Asean lainya. Dia sangat menikmati motornya sebenarnya namun butuh latihan terus belajar katanya, belajar memahami motornya, sirkuitnya, dan juga belajar menyesuaikan gaya balapnya. Balap-motor.com jamin di seri kedepan dia pasti mampu di posisi 20an. Namun sayang lagi soal umurnya si Azlan yang saat ini berumur sekitar 28an.


Ada banyak pihak yang mengatakan bahwa kesalahan penjenjangan balap yang lebih banyak main bebek katanya, namun kita lihat saja jika si Azlan mampu berbicara berarti jangan salahkan bebek, tahun ini dia masih main di kejuaraan bebek di negaranya dan tahun lalu dia jadi juara umum, so. DL

SSS Racing