YCR Cirebon : Setelah Sukses Pecahkan Time 2 Sirkuit Permanen, Ban IRC Fasti Terbukti Di Trek Dadakan

BalapMotor.Net – Setelah mampu menunjukan kualitasnya di kancah Kejurnas Balap Motor Indonesia (KBMI) seri 3 di Sentul Karting (22-23/9) dan seri 4 sirkuit Bukit Peusar, Tasikmalaya (19-20/9) dengan memcahkan rekor best time di kedua sirkuit permanen tersebut.

Kini ban IRC Fasti juga menunjukan lagi di seri 6 Yamaha Cup Race ( YCR ) yang berlangsung di siruit Pemda Sumber, Cirebon (26-27/9), dengan mengantarkan Syahrul Amin ( Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK Bahtera ) dan Awhin Sanjaya ( Yamaha Yamalube TDR KYT IRC Trijaya ) sebagai juara umum seeded dan pemula di OMR tertua di Indonesia ini.

Di saat seri 3 dan seri 4 KBMI, duo pembalap muda Galang Hendra dari Yamaha Yamalube Nissin Tunggal Jaya dan Rheza Danica dari tim Yamaha Yamalube KYT IRC Trijaya mampu memecahkan best time di kedua sirkuit permanen yang berada di Jawa Barat ini. Galang Hendra pecahkan rekor sirkuit Sentul Karting dengan time 55.670 detik. Sedangkan Rheza Danica pecahkan rekor sirkuit Bukit Peusar , Tasikmalaya dengan torehan time 52.773 detik.Tentu saja torehan tersebut sangat didukung oleh kualitas dari ban yang digunakan yaitu IRC Fasti 1 ( Slick ) selain dari skill pembalap dan juga motornya.

Syahrul Amin juara umum seeded YCR Cirebon
Syahrul Amin juara umum seeded YCR Cirebon
SSS Racing

Nah setelah terbukti di dua seri KBMI yang berlangsung di trek permanen, IRC Fasti yang ada 3 tipe yaitu Fasti 1 ( Slick ), Fasti 2 ( intermediate ) dan Fasti 3 ( Wet ) ini juga kasih bukti di trek dadakan saat gelaran YCR Cirebon.Syahrul Amin yang menggunakan Yamaha Z1 terbukti sulit dilawan dan jadi juara umum seeded dengan ban IRC Fasti 1 ( slick ). Lalu Awhin Sanjaya yang juga geber Yamaha Z1 juga mampu juara umum pemula dengan ban IRC namun tipe Fasti 2.

Dodiyanto, product development PT Gajah Tunggal Tbk
Dodiyanto, product development PT Gajah Tunggal Tbk

” Saya memilih menggunakan ban IRC Fasti 1 karena saya rasa ban ini lebih cepat panasnya dan saya bisa melepaskan diri dari rombongan sejak awal race.” tutur Syahrul Amin yang juga merupakan pembalap kontingen PON Papua Barat ini.

Dengan ini tentu saja membuktikan kalau ban IRC Fasti memang oke, baik di sirkuit permanen maupun di sirkuit dadakan.

“ Ini merupakan hasil riset dari tim kami yang terus dilakukan di baik di sirkuit pernanen khususnya Kejurnas Balap Motor telah terbukti mengantarkan para juara termasuk memecahkan rekor. Dan kini, IRC Fasti 1 dan juga Fasti 2 juga berjaya di YCR yang diadakan di sirkuit non-permanen,” sebut Dodiyanto, product development PT Gajah Tunggal Tbk yang kemarin juga datang ke acara YCR Cirebon ini. [ luvo ]

Ban IRC Fasti jadi pilihan
Ban IRC Fasti jadi pilihan
GM-helm PARD