YCR 2015 Seri 1 Purwokerto : Yamaha Bakal Lebih Fokus Di Kelas Dibawah Umur

Kelas Dibawah Umur Akan jadi perhatian khusus
GM-helm

BalapMotor.Net – Di balapan road race di tanah air, kini kelas MP5 ( bebek std 125cc dibawah 16 tahun ) dan kelas MP6 ( bebek std 110cc dibawah 14 tahun ) merupakan kelas dimana disitu para bibit-bibt pembalap belia ternaungi. Dengan peraturan kelas standard yang lumayan lebih murah, di kelas ini mereka juga bisa bersaing dengan rider belia lainya karena di kelas ini umur dibatasi.

Di musim balap 2015 dimana kelas MP5 dan MP6 yang sudah sejak 2014 tidak bertitel kejurnas ini ternyata peminatnya semakin banyak. Banyak sekali para anak-anak kecil yang memilih menjadi pembalap road race. Seperti di ajang Yamaha Cup Race ( YCR ) seri perdana yang di gelar di sirkuit GOR Satria Purwokerto ( 25-26/4 ), di ajang ini ada lebih dari 20 pembalap yang turun di kelas YCR5 dan 15 di kelas YCR6 yang motornya di sediakan Yamaha yaitu Yamaha Jupiter Z1 injeksi.

Jawara YCR 5 YCR Purwokerto, mereka memang harus diperhatikan
Jawara YCR 5 YCR Purwokerto Wahyu N, Willy A dan Mario SA, mereka memang harus diperhatikan

Dengan hal tersebut ternyata membuat pihak dari Yamaha bakalan lebih giat lagi menggenjot kelas yang bisa dikatakan kelas dibawah umur ini. Dan kedepanya Yamaha bakalan lebih fokus untuk membina mereka, apalagi ada wacana bahwa kelas ini bakalan dikejurnaskan lagi di 2016.

Supriyanto, Yamaha bakal fokus di kelas ini
Supriyanto, Yamaha bakal fokus di kelas ini

” Melihat antusiasme di kelas-kelas tersebut, tidak salah jika kita akan lebih fokus lagi untuk mebina mereka. Mereka adalah aset-aset untuk masa depan balap motor Indonesia. Berbagai hal kan kita kaji untuk kemudian menarik mereka ke tim-tim pabrikan ” tutur Supriyanto selaku Manajer Motorsport PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing ( YIMM ) yang tepat di saat hajatan YCR seri perdana di kota mendoan Purwokerto kemarin ini berulang tahun yang ke-35 ini.

” Memang seharusnya kelas-kelas ini harus lebih dilirik pabrikan, apalagi saat ini kelas ini tidak dikejurnaskan. Saya juga ingin banget kalau kelas ini dibikin kejurnas lagi, kalau ada di kejurnas pastinya para peserta jadi semakin semangat. Kalau tidak ya masa kita harus ikutan kejurdan terus dimana di balapan kejurdan kita hanya jadi topeng monyet dimana para pembalap belia ini hanya membantu promotor cari keuntungan. ” tutur Bobby Aranxa pelatih balap asal Surabaya yang saat ini rajin melatih anak dibawah umur untuk jadi pembalap.

Bobby Aranxa bersama anaknya Kiki Aranxa dan muridnya M. Robby yang masih belia
Bobby Aranxa bersama anaknya Kiki Aranxa dan muridnya M. Robby yang masih belia

Tenang saja mas, Yamaha Indonesia bakalan fokus buat ngebina para pembalap belia kok.Dan semoga saja wacana akan di Kejurnaskan kembali kelas MP5 dan MP6 bisa terealisasi di 2016. Semoga semua pihak yang terkait bisa mendukung juga, maju terus balap motor Indonesia. [ luvo ] foto : luvo

Aldi Hendra, Pembalap termuda yaitu 8 tahun yang fokus turun full Motoprix dan YCR contoh bakat yang memang kudu di bina
Aldi Hendra, Pembalap termuda yaitu 8 tahun yang fokus turun full Motoprix dan YCR contoh bakat yang memang kudu di bina
SSS Racing