Yamaha Sunday Race R Cup Series 2015 : Imbas Positif Ke Pembalap Dan Tim

GM-helm

BalapMotor.Net – Yamaha Sunday Race R Cup Series memang benar-benar suatu balapan yang berani dan bisa membawa dunia balap motor tanah air kearah yang lebih baik. Bagaimana tidak, di ajang ini selain menjadi tempat para komunitas dan para hobi untuk ditampung dan dibalapkan, disini juga membawa tim dan pembalap bebek untuk balapan sport di sirkuit internasional.

Lihat saja di seri perdana yang langsung dibanjiri oleh para peserta baik dari tim profesional maupun dari klub-klub komunitas. Di ajang yang diselenggarakan oleh Yamaha Indonesia ini tentu saja pembalap dan tim balap bebek harus beradaptasi untuk jadi lebih profesional dan lebih dekat ke balapan internasional.

Rudy Hadinata dan Rheza Danica
Rudy Hadinata dan Rheza Danica

” Yamaha memberikan jalan untuk kita bisa belajar dan untuk riderpun ada step untuk menuju ke internasional. ” tutur Rudy Hadinata yang merupakan bos dari tim balap Yamaha Yamalube KYT TDR IRC Trijaya Racing yang menurunkan Rheza Danica di kelas R25 dan Anggi Permana di kelas R15 ini.

Bener banget apa yang dikatakan oleh Rudy Trijaya, disini mereka yang biasanya ngurusin balapan bebek harus siap juga berubah ngurus balapan sport dan disini mekanik merekapun sudah tidak lagi gelepotan dengan oli saat di paddock, melainkan harus selalu memegang laptop untuk seting ECU.

Fritz Yohanes
Fritz Yohanes

” Jenjang kedepan tim tetap memilih untuk balap sport, balap bebek kemungkinan 5 tahun kedepan sudah mulai berkurang jadi ya begitu. Apalagi kalau di Indonesia sirkuitnya tidak cuma satu saja yang Internasional, ada 5 gtu pasti bakalan rame seperti di Jepang. ” tutur Fritz Yohanes owner dari tim Yamaha Yamalube Putra Anugrah NHK FDR yang merupakan tim asal Wonogiri ini.

Tidak hanya untuk tim saja yang terpengaruh di balapan ini, untuk pembalap lebih lagi tentunya. Hal ini diungkapkan oleh Dedy Fermadi pelatih balap yang banyak menelurkan pembalap-pembalap hebat.

Dedy Fermadi
Dedy Fermadi

” Ini merupakan kemajuan untuk balap Indonesia, jadi pembalap terbiasa membalap dengan sport di sirkuit Internasional. Cuma kedepanya coba dicarikan solusi untuk para pemula balap sport tapi murah, mungkin dengan mengkaji ulang regulasinya, pasti akan semakin ramai meskipun cuma main di Sentul. ” tutur Dedy Fermadi yang di Sentul kemarin mengawasi para pembalap Yamaha Bahtera RT ini.

Untuk seri kedua yang akan digelar pada pertengahan Juni nanti atau tepatnya pada 12-14 Juni, dapat dipastikan bakalan lebih ramai lagi starternya, jika di seri perdana lalu ada 148 starter, di seri kedua yang jedanya agak lumayan ini dipastikan akan tambah banyak karena menariknya balapan ini tentunya terutama untuk kelas komunitas yang kini juga diwadahi di ajang ini. Maju terus balap motor Indonesia. luvo

Para pembalap Bebek harus bisa beradaptasi dengan kuda besi sport
Para pembalap Bebek harus bisa beradaptasi dengan kuda besi sport

 

                            Yamaha Sunday Race R Cup Series 2015 : Imbas Positif Ke Pembalap Dan Tim

SSS Racing