Yamaha Indonesia Akan Turun di Kelas UB150 ARRC 2017, Wadahi Potensi Wahyu Aji & Hawadis

Ribuan Yamaha Vixion Bakal Kelilingi Sirkuit Sentul Akhir Pekan Ini
M Abidin

 

BalapMotor.Net – Kelas Underbone 150cc bakalan menjadi kelas baru di ajang balap Asia Road Racing Championship (ARRC) mulai 2017. Kelas ini merupakan kelas pengganti Underbone 130cc yang tentunya sudah tidak lagi dibuka di ajang balap bergensi Asia ini.

Nah, di musim pertamanya kelas ini dibuka, ternyata PT. Yamaha Indonesia  Motor Manufacturing (YIMM) bakalan turun. Tim ini bakalan mengandalkan potensi dari juara Asia UB130 musim 2016 yaitu Wahyu Aji Trilaksana dan mekanik senior Indonesia yaitu Hawadis.

Akan gunakan Yamaha MX King
SSS Racing

“Saya tidak akan membahas kepentingan promotor TWMR dengan pengadaan kelas ini terlebih dengan adanya beberapa produk-produk yang support. Intinya, kita ingin mewadahi potensi Wahyu Aji yang sebelumnya juara Asia Road Race 2016 di kelas Underbone 130 cc dengan pacuan Yamaha dan Hawadis selaku mekaniknya,” terang M Abidin, General Manager After Sales & Motor Sports PT. Yamaha Indonesia Motor Manufacturing (YIMM).

Dengan menurunkan potensi dari kuda besi Yamaha Jupiter MX-King, Yamaha Indonesia bakalan menjadi produsen pertama di Indonesia yang turun di kelas baru ini. “Saya kurang peduli dengan berbagai klaim. Bagi saya, terpenting ialah bagaimana dunia balap Indonesia dapat terus bergairah dengan kondisi seperti ini. Semua pihak harus bersama-sama menciptakan iklim yang kondusif. Jangan saling menyerang yang tidak efektif, “ucap M Abidin.

Wahyu Aji Trilaksana, juara UB130 ARRC 2016

“Sekali lagi saya tegaskan, kita ingin memberdayakan mekanik potensial seperti Hawadis. Mekanik itu lebih signifikan dibanding pemilik tim. Kalau pemilik tim dalam konteks tertentu ketika energinya sudah habis, maka bisa berhenti. Pengertian energi bukan semata-mata uang namun banyak sisi lainnya. Maka dari itu kita menggaet Hawadis dan Wahyu Aji menjadi satu kekuatan di Underbone 150 cc dengan bendera Yamaha Indonesia,” tambah M Abidin.| luvo

GM-helm PARD