Sidrap Prix Night Race 2015, Ini Kunci Taklukan Sirkuit Puncak Mario

di area R3-R5 cukup penting, line salah maka time akan jauh melorot.

BalapMotor.Net – Menaklukan satu sirkuit tentu saja bakalan berbeda dengan sirkuit lainya. Nah di gelaran Sidrap Prix Night Race 2015 yang berlangsung saat malam pergantian tahun baru 2016 (31/12), ternyata masih banyak pembalap yang masih perlu jam terbang balap di sirkuit Puncak Mario, Sidrap, Sulawesi Selatan.

Sirkuit dengan kontur naik turun ini tentu saja tidak mudah untuk menaklukanya. Dan menurut pengamatan BalapMotor.Net yang meliput langsung di sirkuit kebanggaan warga Kab.Sidrap ini para pembalap jagoan lokal terlihat “lebih” dibandingkan para tamu.

Sirkuit Puncak Mario, Sidrap
Sirkuit Puncak Mario, Sidrap

Contohnya saja Herman Bass dari tim Honda Sidrap yang memimpin di 2 race kelas SP1, lalu ada Andi Farhat dari Honda Sidrap ART dan tidak lupa Handy Tuahatu yang juga tergabung di tim tuan rumah yang bisa dikatakan mampu bungkam para tamu yang prestasinya cukup bagus.Mereka terlihat lebih lihai menaklukan sirkuit Lisailnya Indonesia ini.

SSS Racing

Dan saat diinterogasi kepada mereka, ternyata mereka membeberkan bahwa ada beberapa kuncian untuk menaklukan sirkuit ini.Yang paling utama adalah racing line atau jalur balap. Banyak pembalap jawa yang mengambil line berbeda dengan mereka.

3 Pembalap jagoan sirkuit Puncak Mario
3 Pembalap jagoan sirkuit Puncak Mario

” Kuncian disini yaitu line di beberapa tikungan. Salah satunya adalah di tikungan R3,R4 dan R5. Disitu jika kita mengambil line yang benar, memangkas waktunya sangat terasa.Apalagi untuk motor sendiri saat ini hampir merata. ” tutur Herman Bass yang juga diiyakan oleh Andi Farhat dan Handy Tuahatu.

Selain di area tersebut, tikungan terakhir juga menjadi titik yang cukup krusia. Tikungan parabolik sebelum trek lurus panjang ada cara tersendiri untuk menaklukanya.Andi Farhat yang juara nasional Motoprix Indonesia 2015 kelas MP1 memberikan penjelasan bahwa di tikungan terakhir tersebut line dan cara bejek gasnya harus berbeda.” Di tikungan terakhir juga cukup berpengaruh. Disitu bukaan gas harus benar-benar pas, line juga.” tutur Andi Farhat.Rafid Topan Sucipto

Namun meski demikian, meskipun para tamu masih belum terbiasa, namun cepatnya mereka beradaptasi patut diapresiasi. Mereka yang baru sekalinya datang membalap di Puncak Mario juga mampu memberikan perlawanan.

” Ini pertama kalinya membalap disini, lalu waktu latihan juga tidak lama jadi masih perlu adaptasi lagi. ” tutur Wahyu Widodo mantan juara asia kelas bebek yang tergabung di tim Honda Kawahara Sidrap IRC KYT ini.Kita tunggu saja Sidrap Prix Night Race 2016. [luvo]

Wahyu Widodo Honda Kawahara Racing
Wahyu Widodo Honda Kawahara Racing
GM-helm PARD