SAATNYA KELAS SPORT UNTUK PEMBIBITAN DARI SEKARANG

GM-helm
SAATNYA KELAS SPORT UNTUK PEMBIBITAN DARI SEKARANG


BalapMotor.net –   Menjadi pembalap dunia tentu saja menjadi impian semua pembalap, bagi yang masih sangat belia, ABG atau yang sudah berumur sekalipun. Namun nampaknya di kawasan Asean khususnya di Indonesia balapan utamanya masih saja balapan kelas itik alias Underbone bukan motor berbackbone atau kelas sport. Padahal balapan di kelas dunia makainya motor sport, dan tidak ada kejuaraan dunia balap bebek. Maka dari itu saatnya nih balapan motor sport meski berkapasitas kecil seperti 150cc atau berapa agar anak bisa lebih mengenal balapan dengan kuda besi sport.


Seperti di HRC tahun ini, diadakan kelas OMR CB 150 R untuk pembalap usia dibawah 20 tahun, meski berlangsung di trek dadakan seperti di HRC Malang dan juga di Purbalingga namun motor yang digunakan masih standar dan hanya ganti Knalpot dan beberapa ubahan kecil lainya. 
Balapan bebek itu bagusnya untuk pengenalan saja di usia dini, jika sudah berusia 14an harusnya sudah dikenalkan balapan memakai motor sport, jika pembalapnya memang mau fokus untuk ke jenjang lebih tinggi, jika hanya buat senang-senang dan lainya ya ngapain. ” Ujar Benny Djati Utomo dari Astra Racing Team, yang tahun depan akan mengfokuskan Denny Triyugo hanya di kelas sport ini.

IMG_4501-crop

Untuk balapan kelas sport sebenarnya buat di trek dadakan itu kurang begitu safety, namun masih bisa sih untuk standar penyelenggaraan seperti di HRC yang digarap oleh FR Action miliknya Faryd Sungkar, yang ada bantalan udara air fence. Bagusnya ya main di trek permanen yang sekarang sudah lumayan banyak di Indonesia namun standarnya buat balapan bebek sirkuitnya, Benny Djati Utomo menambahkan untuk sirkuit di Indonesia yang layak buat kelas sport 150cc itu ya Sirkuit Sentul besar, Balipat dan Sekayu buat yang disebut terakhir sekarang sudah ga tau dah kaya apa sirkuitnya. Untuk sirkuit lainya seperti Subang, Kenjeran, Sentul Karting, Pancing Medan, Bukit Peusar dll, masih bisa sih namun buat yang standaran seperti yang digunakan di HRC ini.

 

Buat mengendarai motor sport seperti naik CB 150R di trek dadakan seperti di Purbalingga kemarin kata para pembalapnya sih sama saja seperti naik bebek, hanya saja karena motornya lebih besar jadi racing linenya harus bener-bener out in out serta badanya lebih menarik motor begitu kata Aditya Pangestu yang kemarin menjadi yang terdepan, diamini juga oleh Andi Gilang yang posisi kedua. Memang bener nih dari umur belia memang harus dikenalkan balap dengan motor yang ada tangkinya didepan, ayo siapa yang mau jadi pembalap kelas dunia. BM

 


 

SSS Racing