Race 2 UB125 Kejurnas Balap Motor Tasikmalaya : Setingan Berbeda Membuat Wilman Hammar Pecah Telor

Wilman Hammar diatas Yamaha Z1 injeksi karya Gendut

BalapMotor.Net – Tiga pembalap dibawah 18 tahun yaitu Wilman Hammar, Galang Hendra dan Rheza Danica nampaknya benar-benar berkuasa di kelas UB125 ajang Indonesia Road Racing Championship ( IRRC ) seri 4 yang berlangsung di sirkuit Bukit Peusar Tasikmalaya. Setelah mereka bertiga mampu naik podium di race 1, 3 pembalap yang tahun lalu masih balap di Motoprix ini mampu naik podium lagi di race 2.

Namun jika di race 1 Galang Hendra pembalap dari tim Yamaha Yamalube NIssin Tunggal Jaya mampu jadi jawara disusul Wilman Hammar dari tim Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK Bahtera dan Rheza Danica dari tim Yamaha Yamalube KYT IRC Trijaya, di race 2 giliran Wilman Hammar yang jadi juaranya. Wilman Hammar yang asli Pinrang, Sulawesi Selatan ini mampu perlahan merangsek kedepan setelah tercecer selepas start. Dan untuk hasil jawara ini bisa dikatakan Wilman Hammar pecah telor karena merupakan juara untuk pertama kalinya.

Podium Race 2, Wilman Hammar diapit Galang Hendra dan Rheza Danica
Podium Race 2, Wilman Hammar diapit Galang Hendra dan Rheza Danica

Usut punya usut ternyata Wilman Hammar mempunyai cara tersendiri untuk bisa jadi jawara di race tersebut. Wilman Hammar yang juga ternyata memfavoritkan sirkuit ini mempunyai strategi konsisten untuk bisa jadi juara. ” Ini merupakan salah satu sirkuit favorit saya, sejak di balapan Motoprix mas, dan di race tadi saya mempunyai strategi untuk bisa konsisten, dan tidak ngoyo di awal race. Jadi di saat mereka mulai mengendur, saya bisa mengovertake mereka. ” tutur Wilman Hammar.

SSS Racing

Selain konsisten, Wilman Hammar ternyata juga mempunyai senjata yang lainya untuk bisa jadi jawara di trek sepanjang 1,2 km ini. Wilman Hammar mempunyai setingan sok yang berbeda. ” Sok saya saya buat lebih keras dibandingkan yang lainya, setingan tersebut malah dibilang terlalu keras oleh kru saya, namun saya rasa lebih nyaman disini. Di trek yang bumpy seperti ini kalau setingan sok biasa atau terlalu empuk, sampai di lap-lap akhir akan sangat lembek dan bikin motor kurang stabil, makanya di akhir race saya bisa mengejar. ” tambah Wilman Hammar yang mengatakan pengalaman dirinya balap disini saat Motoprix sangat berpengaruh. [ luvo ]

GM-helm PARD