Race 2 Kejurnas Sport 150, Bocil-Bocil Mulai Unjuk Gigi, Richard Taroreh Juaranya

BalapMotor.Net – Pertarungan penuh drama terjadi pada race 2 kelas Kejurnas Sport 150cc putaran perdana Kejurnas IRS 2018 yang berlangsung siang tadi (18/3) di Sirkuit Sentul Internasional Bogor.

Dua bocah cilik yaitu M Robby Sakera dan Wahyu Nugroho mampu unjuk gigi pada balapan kali ini. Richard Taroreh, pembalap dari tim Yamaha Yamalube FDR SSS NHK 549 Kaboci akhirnya menjadi juara pada balapan tersebut.

LENKA MiniGP SSS Racing

Sebelumnya sejak lepas race, sebenarnya juara race 1 yaitu M Robby Sakera mampu memimpin balapan. Namun pada 4 lap sebelum finish, motor Yamaha YZF-R15 tunggangan rekan setim dari Richard Taroreh ini mengalami trouble sehingga harus terhenti.

Race 2 Kejurnas Sport 150, Bocil-Bocil Mulai Unjuk Gigi, Richard Taroreh Juaranya
Podium Race 2 Kejurnas Sport 150cc, Richard Taroreh, Wawan Wello dan Wawan Hermawan

Terhentinya M Robby Sakera yang masih 13 tahun ini langsung dimanfaatkan oleh para pembalap yang berada di rombongan yang ada di belakangnya. Saat tersebut, Wahyu Nugroho, pembalap 12 tahun dari tim Yamaha Yamalube NHK IRC DID Nissin NGK Bahtera langsung memimpin.

Sayangnya, karena balapan akhir pekan ini adalah debut perdana dari Wahyu Nugroho, Wahyu grogi saat memimpin balapan. “Tadi saya berfikir untuk meninggalkan jauh saat memimpin. Tetapi saat belok, sebelum sliding pad saya nempel aspal, ban depan sudah kehilangan grip dan terjatuh,”terang Wahyu Nugroho.

Race 2 Kejurnas Sport 150, Bocil-Bocil Mulai Unjuk Gigi, Richard Taroreh Juaranya
Finish Race

Nah, dengan jatuhnya Wahyu Nugroho, Richard Taroreh dan Wawan Wello lantas harus bersaing ketat pada lap akhir. Akhirnya Richard Taroreh mampu finish lebih dulu dibandingkan dengan Wawan Wello yang membalap untuk tim Bromo Jaya Mix Dinnar Cahaya FDR NHK ROB1 Uma Racing.

Hasil Race : https://balapmotor.net/hasil/hasil-race-putaran-1-kejurnas-irs-2018-sentul

“Puji Tuhan akhirnya saya bisa memenangkan balapan tadi. Balapan kali ini cukup rapat sejak awal hingga finish, dan saya terus menjaga ritme agar mesin bisa awet sampai finish.” Ujar Richard Taroreh, pembalap kelahiran Manado yang besar di Papua ini.| Luvo

M Robby Sakera sempat memimpin jauh
GM-helm VND Racing PARD