QTT FINAL HRC 2013 BANDUNG : ADU TEKNIK DI TREK BASAH

GM-helm

Balap-Motor.com    Serunya persaingan balapan seri pamungkas Honda Racing Championship 2013 yang berlangsung di sirkuit jalanan lapangan Brigif Kujang Cimahi sudah terlihat sejak jalanya babak kualifikasi. Namun saat babak kualifikasi hujan turun dan membuat semuanya agak sedikit panik, soalnya waktu latihan tadi masih terang jadi harus ubah-ubah setingan lagi.Tidak hanya setingan motor saja yang diubah. Teknik membalap para pembalap papan atas Honda se Indonesia ini juga sangat menentukan buat bertarung beradu cepat di trek basah.

Untuk kelas Sedded Owie Nurhuda nampaknya menjadi yang tercepat di kelas HRC 2 dan kedua di kelas HRC 1, pembalap dari tim Honda Cargloss AHRS memang penampilanya di beberapa seri terakhir HRC meningkat tajam. Menurut Owie, membalap di trek basah itu yang perlu diperhatikan yaitu titik pengereman dan titik membetot gasnya, jadi ngeremnya lebih jauh titiknya daripada saat aspal kering dan ngegasnya pun harus halus. Harlan Fadhillah dari tim Pertamina Enduro Nissin BRT Cargloss yang menjadi yang tercepat di kelas HRC 1 menambahkan bahwa banyak sekali yang perlu diperhatikan saat membalap di trek basah, seperti ambil posisi body, pengereman, racing line dan ngegasnya juga harus diurut biar tidak slide ujar pembalap yang memang dari dulu punya kelebihan jika main di trek basah. Bagi yang mau lihat hasil lengkapnya, silahkan klik disini.

Untuk kelas pemula nampaknya semuanya dikuasai oleh Aditya Pangestu, rider dari tim Honda Daya KYT Walini FDR Federal Oil Showa FIM Golden menguasai semua kelas yang diikutinya. Dari mulai HRC3, HRC 4 dan kelas OMR CB150R dia yang terdepan. Penampilan apiknya nampaknya akan memperbesar kemungkinan agar dia mampu menjadi juara umum di kelas HRC 3 dan HRC 4, karena saat ini dia memimpin di klasemen sementara dan jika mampu menjadi juara untuk 2 race besok sudah dipastikan dia akan jadi juara umum. Luvo

Harlan dan Mekanik
SSS Racing