Perang 6,9 Detik Sport TU dan FFA di Dragbike Purbalingga, Bukti Kekuatan Semakin Berimbang

Perang 6,9 Detik Sport TU dan FFA di Dragbike Purbalingga, Bukti Kekuatan Semakin Berimbang
jhendra Peking Aneka Group Pekajaman
Yamaha Bpro Racing

BalapMotor.Net – Kejuaraan Swallow Drag Bike Championship 2018 yang berlangsung di sirkuit Jl. Karang Manyar, Grecol, Kalimanah-Purbalingga pada akhir pekan kemarin (11/3) menyajikan persaingan seru khususnya di kelas Sport TU 155cc dan Free For All (FFA).

Meski ajang ini tak diikuti seluruh tim dan bengkel besar dragbike di Indonesia, akan tetapi tetap menarik kita cermati beberapa pacuan yang hadir disini. Rannalt OP27 yang tentunya dikawal tunner M. Yusron dari Alifka Motor Banter membawa Hendra Kecil dan debutan Noka Kurcaci.

Fantera Aneka Group dari OTD Pekajaman dengan Jendra Peking selaku eksekutor utama. Selain itu ada pula ABRT20 dengan Dwi Batank selaku joki penunggangnya dan Nico Sakaw dengan bendera RDT.

Perang 6,9 Detik Sport TU dan FFA di Dragbike Purbalingga, Bukti Kekuatan Semakin Berimbang
Dwi Batank (ABRT20)

“Meski sirkuit yang kita gunakan ini bukan yang dari awal kita rencanakan, tapi terbukti lintasan tetap berkualitas. Aspal sangat bagus dan panjang maupun lebar sudah di atas standar. Kita lihat saja waktu yang mereka ciptakan istimewa semua,” papar om Indiel.

Nah, tiga dragster dari 3 bengkel berbeda berhasil konsisten diangka 6,9 detik. Noka Kurcaci dragster pemula asal Lampung memang menjadi aktor utama dalam event garapan Sotech Sport Club (SSC) dan Indiel Racing Organizer (IRO) ini.

Perang 6,9 Detik Sport TU dan FFA di Dragbike Purbalingga, Bukti Kekuatan Semakin Berimbang
Noka Kurcaci (Rannalt OP27)

Dengan bendera Rannalt OP27 Factory, Noka berhasil raih dua kelas paling bergengsi Sport TU dan FFA. 6,943 detik di kelas Sport TU dan 6,925 detik di kelas FFA. Sementara Dwi Batank yang kali ini dipercaya pasukan Nikmat Flores ABRT20 juga konsisten diangka 6,9 detik di 2 kelas tersebut.

Jhendra Peking yang baru saja pulang dari Sentul juga berhasil menorehkan waktu 6,9 detik. Ninja karya Potter tersebut juga akan menjadi ancaman serius di ajang bergengsi nanti. Sementara itu ninja RDT pacuan Nico Sakaw meski kali ini tidak tembus 6,9 detik akan tetapi sudah konsisten 7,0 kecil.

Perang 6,9 Detik Sport TU dan FFA di Dragbike Purbalingga, Bukti Kekuatan Semakin Berimbang
Nico Sakaw (RDT)

“Sirkuit dan aspalnya bagus mas. Meski saya baru coba lagi motor ABRT20 dengan racikan baru, tapi sudah langsung bersaing 6,9 detik.” Ujar Dwi Batank, runner-up di dua kelas tersebut.

“Meski tidak banyak yang hadir, tapi kita bisa lihat dari beberapa bengkel besar yang bertarung disini dan menunjukan persaingan yang berimbang. Saya kira persaingan tahun ini akan lebih seru lagi, mental joki juga akan berpengaruh,” nilai Danung, juri urusan permesinan paling aktif di Jateng dan DIY.

Kita tunggu pembuktian selanjutnya di Lanud Gading Wonosari, 18 Maret 2018. | Yugo

Perang 6,9 Detik Sport TU dan FFA di Dragbike Purbalingga, Bukti Kekuatan Semakin Berimbang
Jhendra Peking – Potter OTD
SSS Racing GM-helm