Pasukan Sonic Pulsa Bireun Sukses Sikat Juara Umum di FRT02 Aceh Cup Race

Bos Alung, owner tim (kaos merah) bersama pasukannya

BalapMotor.Net – Meriahnya kejuaraan FRT02 Aceh Open Race 2022 yang di laksanakan di sirkuit NP Stadion Harapan Bangsa, Kota Banda Aceh akhir pekan kemarin (30-31/7) menjadi hari yang spesial bagi tim Sonic Pulsa Asia Baru ES Speed RT.

Tim yang di manageri oleh Teuku Naufal ini, mendatangkan semua motor balapnya dari Kota Juang Bireun. Untuk pembalapnya sendiri adalah Andrian Aritonang yang khusus datang dari Medan, Sumut.

LENKA MiniGP SSS Racing

“Kita kemarin hadir full squad ke ajang FRT02, ajang ini juga jadi pelepasan kerinduan saya selaku owner dan anak- anak di team, setelah lama di kota Banda Aceh, sepi balap.” Ungkap Bos Alung yang juga seorang pengusaha sukses kepada penulis.

Aksi Adrian Aritonang di kelas Bebek 2 Tak STD

Nah, tak sia- sia datang dan memanaskan ajang FRT02 Aceh Open Race 2022, ternyata tim yang juga aktif di balapan GTX ini, sukses raih Juara Umum (JU) Non Kategori (Open) lewat ridernya Adrian Aritonang. Oleh karena itu tim yang saat ini bisa dikatakan jadi tim paling eksis di Aceh, sukses jaga trend positif di mana di ajang FRT musim 2019 tim ini juga sukses JU lewat Reza Fahlevi.

Baca Juga : Hasil Juara FRT02 Aceh Cup Race 2022 di Banda Aceh

“Alhamdulillah di ajang event FRT tahun ini, kita bisa jaga trend positif dengan meraih JU, musim 2019 kami juga sukses lewat Reza Fahlevi, jadi tak sia- sia bang,” terang Teuku Naufal sang manajer dengan raut wajah bahagia.

Adrian Aritonang bersama Bos Alung dan manajer
Kurang Maksimal di QTT

Selama jalannya balapan, peran Adrian tidak terlalu istimewa sejak sesi QTT, dari 4 kelas yang di ikuti, hanya di kelas 2T STD saja jadi yang terbaik, tentu saja tim dan putar otak untuk balapan di hari minggunya agar lebih maksimal.

Alhasil sajian balapan pun begitu istimewa, Adrian pun harus berjibaku habis- habisan dengan Reza Fahlewi untuk tahta JU ini. Andrian sendiri sukses podium di 3 kelas yakni, di kelas MP3 open dan Underbone raih podium runner up, dan juarai kelas bebek 2T Std, sedangkan di kelas MP1 gagal podium.

“Kita Syukuri apapun hasilnya, di QTT kita masih kurang istimewa, ada beberapa kendala, tim pun harus berbenah untuk prepare, untuk sajian balapan di sesi final, balapan begitu ketat, dari 4 kelas kita hanya bisa raih 3 podium saja,setelah Adrian berjuang sudah maksimal,” tutup manager berkulit hitam manis.|A2M

GM-helm VND Racing PARD