Ngikutin Keseharian Trio Rantau Balap Willy Hammer, Richard Taroreh Dan Syahrul Amin

WILLY HAMMER RICHARD TAROREHBalapMotor.net – Biasanya sih kalau ada anak muda dari luar pulau jawa trus merantau ke D.I.Y buat menimba ilmu atau bekerja, nah kali ini balapmotor.net mau mengulas yang berbeda. Merantau ke Jogja dan menetap di Jogja untuk melanjutkan karier balap. Maklum Daerah Istimewa Yogayakarta ini dipilih karena disinilah merupakan pusatnya dunia balap, disini ada mekanik-mekanik papan atas yang menjadi mekanik di banyak tim papan atas nasional, disini juga tempat lahirnya banyak pembalap papan atas nasional dan internasional. Jadi wajar jika banyak pembalap luar jawa yang memilih untuk tinggal dan menetap di Jogja untuk melanjutkan karier balapnya.

Willy Hammer 16 tahun asli Pinrang SulSel, Richard Taroreh 22 tahun dari Manado besar di Jayapura Papua dan Syahrul Amin 17 tahun asal Makasar dan besar di Biak Papua, ketiganya merupakan pembalap yang namanya pasti dikenal oleh para pecinta balap di Tanah Air. Soal prestasi mereka sih ga perlu dibeberkan, bisa sampai berapa artikel mungkin ga habis-habis. Yang jelas mereka ini pernah menjadi juara nasional Motoprix region 5 semua. Mereka bertiga tahun ini akan bertarung di Kejurnas Motoprix ragion paling ganas yaitu region Jawa. Untuk Willy Hammer dan Richard Taroreh tahun ini merupakan tahun kedua turun penuh nah buat Syahrul Amin yang tahun ini baru naik sedeed merupakan tahun pertamanya turun di region Jawa. Oh iya Willy Hammer atau Wilman Hammar nama aslinya tahun ini juga akan menjadi satu dari 3 wakil Indonesia di Shell Advance Asia Talent Cup yang merupakan ajang pencarian bakat balap MotoGP.

SSS Racing

Mereka bertiga sekarang tinggal seatap di rumah yang disewa di daerah Jalan Kaliurang KM 9.3 Sleman Jogjakarta. Meskipun mereka bertiga nantinya bakalan fight di lintasan balap, namun jika diluar lintasan mereka kembali lagi seperti keluarga. Sebenarya tidak hanya ada mereka bertiga namun ada juga teman lainya yang merupakan teman dari ketiga pembalap ini.

Seperti para perantau lainya, dan seperti anak kost pada umumnya ya mereka sekarang harus hidup mandiri dan tidak hidup dimanjakan oleh orang tuanya seperti dirumah masing-masing. Dari mulai makan, Nyuci baju sampai bersih-bersih mereka lakukan sendiri. Malah sering sekali mereka masak makanan sendiri untuk dimakan bersama, pokoknya seperti anak perantauan pada umumnya deh.

Namun yang berbeda itu aktifitasnya sehari-hari. Jika anak kuliah keseharianya berangkat kuliah terus mengerjakan tugas jika dirumah, nah mereka tentu saja keseharianya tentang balap. Saat ini mereka kebetulan sedang menyiapkan diri untuk menyambut musim balap 2014 yang sebentar lagi akan dimulai. Setiap hari mereka melatih fisiknya di tempat yang sama. Untuk fisik mereka bergabung dengan anak-anak dari D45 Racing Academy melatih fisik dari mulai pukul 9 pagi sampai pukul 12 siang. Latihan fisik berupa Lari lalu dilanjutkan Fitnes. Untuk fisik mereka mempercayakan kepada Mas Jo yang merupakan ahli pengatur Fisik yang tergabung di D45 Racing Academy milik Dedi Permadi.

 

Selain melatih fisik mereka bertiga yang tergabung di tim yang berbeda-beda ini pergi ke bengkel tempat kuda pacu mereka untuk melihat dan memberi masukan kepada mekanik dan kru untuk mengembangkan pacuanya. Dan lalu mereka bertiga menyeting motornya di sirkuit Stadion Maguwoharjo namun tidak selalu mereka bersama-sama latihanya, kan beda tim. Sekarang ini mereka juga sedang gencar-gencarnya melatih fisik dengan bermain motocross.

Jika malam hari saat tidak ada balapan kegiatan mereka hanya berkumpul, sesekali keluar buat nongkrong cari angin atau sekedar cari makanan, kalau tidak ya berkumpul buat menonton televisi. Sesekali juga mereka bermain kartu untuk mengobati suntuk maklum mereka juga manusia jadi ya bosan kalau cuma gitu- gitu saja. Dan selama balapMotor.net mengikuti kegiatan mereka, balapmotor.net belum pernah melihat mereka melakukan kegiatan yang negatif, mereka memang olahragawan yang profesional dan memang patut dicontoh. Untuk para pembalap luar pulau Jawa patut ditiru nih. Untuk target mereka bertiga di tahun ini yaitu Willman Hammar target 3 besar Asia Talent, lalu Richard Taroreh dan Syahrul Amin target juara nasional Motoprix, untuk Wilman di Motoprix harus bentrok beberapa kali dengan Asia Talent jadi di MP tidak terlalu fokus juara nasional. Kita tunggu saja aksi mereka di lintasan balap. Luvo

 

GM-helm PARD