Motoprix Malang 2016, Serunya Kelas Dibawah Umur, Sayang Tanpa Mario

BalapMotor.Net – Balapan kelas bebek standar 150cc pemula maksimal 15 tahun (MP5) dan kelas bebek standar 125cc pemula maksimal 14 tahun (MP6) atau sebut saja kelas dibawah umur merupakan kelas di Kejurnas Motoprix yang bisa menjadi kelas pembibitan. Dari balapan kelas ini, tentu saja bisa lahir pembalap bertalenta luar biasa.

Nah di seri perdana Motoprix Region 2 yang berlangsung di sirkuit NP Stadion Kanjuruan, Malang (16-17/4) ternyata kelas dibawah umur ini lebih seru dibandingkan tahun lalu. Persaingan balap kelas dibawah umur di Motoprix Malang 2016 cukup menyita perhatian, khususnya kelas MP5 yang merupakan kelas baru.Di kelas ini para pembalap belia ini dituntut tampil apik dengan motor 150cc yang tentunya lebih kencang.

Podium kelas MP6
Podium kelas MP6
LENKA MiniGP SSS Racing

M. Adenanta dari tim Honda Simple Concept Ole B-Pazz KYT yang menunggangi Honda Blade karta Antok Fasttech mampu jadi juara di kelas MP5, disusul oleh M. Rifki dari tim Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK Bahtera di posisi kedua dan Stefano Rossi yang merupakan rekan setim dari Adenanta. Kedua pembalap ini di tahun ini membalap bersama tim barunya. Adenanta di musim lalu merupakan pembalap dari tim Yamaha Putra Anugrah, sedangkan M. Rifki yang asli Garut tahun lalu membalap dengan tim sendiri atau privateer.

Feros dan Aditya Yana
Faerozi dan Aditya Yana

Sementara itu di kelas MP5, M. Faerozi pembalap asal Lumajang yang tergabung di tim Yamaha Yamalube Putra Anugrah Nissin FDR NHK SSS NGK Ardians mampu jadi yang tercepat dengan menggunakan motor Yamaha MX-King. Faerozi atau yang lebih dikenal dengan nama Feros Kuncir ini merupakan pembalap baru dari tim binaan Fritz Yohanes. Sebelumnya Feros Kuncir cukup populer di balap lokal Jawa Timuran dan di musim 2016 ini baru berkesempatan membalap di event nasional full series.

Dibelakang Faerozi ada Aditya Yana dari tim Honda Kawahara FDR KYT yang menggunakan motor Honda Sonic.Di kedua kelas ini, para pembalap bocah mampu mempertontonkan aksi saling overtake kepada ribuan penonton yang memadati trek. Aditya Yana merupakan pembalap yang terpilih dari seleksi Kawahara mencari pembalap pemula yang digelar akhir tahun lalu.

Aksi Aditya Yana dengan Hona Sonicnya
Aksi Aditya Yana dengan Hona Sonicnya

Namun meskipun persaingan di balapan tadi cukup seru dan panas, sayangnya Mario SA, pembalap asal Magetan dari tim Sidrap Honda KYT Nissin IRC Trijaya tidak bisa turun di race final, padahal Mario SA sangat berpeluang juara di kedua kelas ini, karena Mario di kedua kelas ini mampu tercepat di QTT. Pembalap bertubuh gempal ini mengalami kecelakaan saat sesi warm up di pagi hari. Mario terjatuh di tikungan S besar sebelum tikungan terakhir. Mario yang mengalami retak tangan kananya terpaksa tidak turun di race.

” Sayang sekali, Mario terjatuh di di saat warm up dan membuat Mario tidak bisa ikut race final. Padahal Mario cukup berpeluang menjadi juara. ” tutur Hartoto ayah dari Mario SA yang datang di gelaran pembuka kemarin. Sayang sekali memang, bila ada Mario SA pastinya balapan akan bertambah seru lagi, cepet sembuh Mario. [ luvo ]

Mario SA tidak ikut start karena cidera
Mario SA tidak ikut start karena cidera
Aksi Faerozi dengan Yamaha MX-King
Aksi Faerozi dengan Yamaha MX-King
Aksi Mario Sa saat QTT
Aksi Mario Sa saat QTT
Aldi Hendra, pembalap termuda di Motoprix Jawa 2016
Aldi Hendra, pembalap termuda di Motoprix Jawa 2016

Motoprix Malang kelas dibawah umur

APRILIA GM-helm VND Racing PARD