Motoprix Jogjakarta 2015 : Kelas Bebek 150 cc Cukup Digemari, Katanya Murah

Kelas Bebek 150cc lumayan diminati

BalapMotor.Net – Wacana akan dibukanya kelas bebek 150cc di ajang Motoprix memang sudah lumayan sering terdengar.Namun sebelum kelas ini dibuka resmi, ternyata di beberapa daerah sudah ramai kelas ini dibuka di kejuaraan lokalan.

Seperti yang terakhir di gelaran Pertamax Plus KYT Kejurnas Motoprix pengganti seri 4 yang berlangsung akhir pekan lalu (13/9) di Jogjakarta. Di event yang digarap oleh MFC ini membuka juga kelas bebek 150cc dan ternyata mampu menarik lumayan banyak starter.

lebih murah untuk bisa kompetitif
lebih murah untuk bisa kompetitif

Di balapan yang digelar di sirkuit Non Permanen Stadion Maguwoharjo, Sleman ini ada 18 starter yang turun di kelas bebek 150cc. Ke-18 starter ini turun dengan motor Yamaha Jupiter MX dan Suzuki Satria FU, mereka beradu skill memacu kuda besi yang yang tenaganya sudah besar meski baru dikorek dikit ini.

SSS Racing

Menurut Martin Ari Wibowo atau yang lebih dikenal dengan nama Martin CP yang turun di kelas ini, mantan pembalap yang merupakan pemilik dari tim Arya 117 Kawahara Creampie RC3 NHK IRC KM HTJRT Dava mengatakan bahwa kelas ini bisa dijadikan kelas buat para veteran. Di balapan Motoprix kemarin Martin CP juga ikutan turun di kelas ini.

” Kelas ini sangat cocok untuk para pembalap yang sudah tua-tua mas, selain itu membuat motor ini kencang juga cukup mudah dan tidak perlu biaya banyak. Jadi buat para privateer juga masih bisa bersaing jika turun di kelas ini.” tutur Martin CP yang kini menambah M, Abidzia dan Robby Ompong di skuad timnya ini.

Martin CP
Martin CP

Berbicara soal murah, Heru Mulyono salah seorang pentolan cornering asal Solo juga ikut memberikan pendapatnya. Menurut Heru sekarang sedang getol-getolnya memajukan Indonesian Keplek Miring (IKM) ini kelas ini menjadi kelas primadona untuk anak-anak cornering. Kelas ini dianggap lebih murah untuk dibikin kencang dan masih aman untuk di trek dadakan.

” Kelas ini merupakan kelas yang cukup murah untuk urusan bikin kompetitif mas. Makanya kelas ini menjadi kelas utama dan kelas primadona di ajang cornering di wilayah Jawa Tengah, DIY.” tutur Heru.

Perlu ditambahkan di wilayah Jateng DIY juga ramai adanya komunitas cornering dan banyak dari anggotanya yang turun di balapan resmi.Contohnya saja di Motoprix Jogja kemarin, sebagian besar starter di kelas Bebek 150 merupakan anak-anak cornering.Bagaimanakah kiranya kelas ini kedepanya, kita tunggu saja perkembanganya. [ luvo ]

Heru Mulyono ( putih ) dan Wawan Hermawan
Heru Mulyono ( putih ) dan Wawan Hermawan
GM-helm PARD