Kualifikasi HDC Malang 2016 : Trek Lebih Bumpy, Semua Fokus Suspensi

Aksi Awhin Sanjaya dengan Sonic yang tercepat di QTT HDC 2

BalapMotor.Net – Meskipun trek yang digunakan di seri 1 Honda Dream Cup (HDC) sama dengan yang digunakan di seri 1 Motoprix Jawa 2 pekan lalu (17/4), yaitu menggunakan areal parkir Stadion Kanjuruan, Malang, ternyata desain trek yang digunakan di HDC kali ini berbeda. Desain trek di event yang digarap oleh FR Action ini mempunyai karakter yang berbeda. Di gelaran HDC kali ini karakternya lebih pendek-pendek dibandingkan dengan di saat Motoprix.

LENKA MiniGP SSS Racing

Selain karakternya yang berbeda, di gelaran HDC kali ini ternyata treknya juga dirasa lebih bumpy alias bergelombang.BalapMotor.Net bisa membandingkan ini tentu saja karena reporter dari BalapMotor.Net kan meliput langsung di dua event ini, jadi bisa melihat langsung.

Kualifikasi HDC Malang 2016 : Trek Lebih Bumpy, Semua Fokus  Suspensi
Kualifikasi HDC Malang 2016 : Trek Lebih Bumpy, Semua Fokus Suspensi

Nah dengan adanya karakter yang seperti ini, tentu saja membuat para peserta harus beradu cerdik untuk mendapatkan set up motor terbaik.Ternyata para peserta lebih memfokuskan diri untuk membenahi setingan suspensi.

Contohnya saja Rheza Danica dan Awhin Sanjaya, dua pembalap dari tim Sidrap Honda Sidrap KYT Nissin IRC Trijaya ini sudah dari hari jumat kemarin fokus membenahi setingan suspensi agar bisa menari-nari di trek Kanjuruan. Kedua pembalap ini sama-sama melakukan ubahan pada suspensi depan belakang.

Awhin Sanjaya tercepat di HDC2
Awhin Sanjaya tercepat di HDC2

” Kemarin saya fokus mengubah setingan suspensi saya untuk balapan kali ini. Trek ini saya rasa cukup bumpy makanya suspensi saya buat lebih keras dibandingkan dengan pada saat Motoprix yang lalu. ” tutur Awhin Sanjaya yang merupakan pembalap tercepat di kelas HDC2 ini.

Sama halnya dengan Awhin, Rheza Danica juga melakukan perubahan suspensi di kuda besi Honda CB150Rnya. Rheza yang hanya ikut satu kelas ini mengeraskan suspensi depan belakang motornya.” Saya sebelumnya melakukan seting motor di Stadion Maguwo yang treknya cukup halus, makanya setelah ketemu trek ini saya langsung mengubah seting suspensi saya.Suspensi saya kerasin, selain itu uga saya menambah preload dari suspensi di motor saya. ” tutur Rheza Danica yang tercepat di QTT kelas HRC1 ini.

Rheza Danica, ubah setingan sok, tercepat di HDC1
Rheza Danica, ubah setingan sok, tercepat di HDC1

Selain duet dari tim Honda Trijaya, Boy Arbi Febri yang jadi juara di kelas MP1 Motoprix kemarin, juga melakukan hal yang sama. Pembalap asal Riau yang membalap untuk tim Honda Kawahara FDR KYT NGK ini sebelum berangkat ke Malang ini mencoba untuk mencari setingan sok terbaru dari Kawahara.Boy mengaku bahwa setingan sok saat ini dirasanya sudah cuup mantap.

” Sebelum kesini saya berusaha untuk mencari setingan suspensi terbaik. Menurut saya saat ini setingan dari sok Kawahara Shicane terbaru ini cukup maksimal. ” tutur Boy Arbi Febri yang di QTT HRC2 mampu berada di posisi ke-2 ini.

Boy Arbi Febri, sudah ketemus setingan terbaik sok terbaru Kawahara
Boy Arbi Febri, sudah ketemus setingan terbaik sok terbaru Kawahara

Wawan Hermawan, pembalap dari tim ART Yogyakarta yang tercepat di QTT kelas HDC3 ternyata juga melakukan ubahan pada suspensinya. Pembalap yang juara di MP2 Motoprix 2 pekan lalu ini mengubah setingan suspensinya dibikin lebih lembut dibandingkan disaat Motoprix. ” Trek ini lebih bumpy dan kita tentunya mengubah setingan suspensi agar bisa lebih enak melahap beberapa tikungan yang bumpy.” tutur Wawan Hermawan yang asli Ciamis ini.

Bagaimanakah kira-kira persaingan dari para pembalap seeded di race seri 1 HDC Malang besok?, yang pastinya bakalan seru deh. Pokoknya update terus di BalapMotor.Net yah. [ luvo ]

Wawan Hermawan, juara di MP2 dengan trek basah, di QTT HRC3 yang basah juga tercepat
Wawan Hermawan, juara di MP2 dengan trek basah, di QTT HRC3 yang basah juga tercepat
APRILIA GM-helm VND Racing PARD