Kratingdaeng Subang Enduro Rally Race 2019 Event Pertama Di Indonesia Dengan Kualitas Dunia

Kratingdaeng Subang Enduro Rally Race 2019
Yamaha

BalapMotor.Net-Ajang kejuaraan enduro yang berlangsung di lapangan Bintang GOR Gotong Royong Subang Jabar akhir pekan lalu (6-7/07) memang berkualitas dunia, event dengan titel Kratingdaeng Subang Enduro Rally Race 2019 ini menggunakan aturan internasional yang pertama kali diselenggarakan di Indonesia.

Diprakarsai Bambang Supalar dari komunitas trail Tankas Subang & Mick Turnbull rider senior asal Australia yang bertarung di Six Day Enduro, lalu kedua orang ini mencetuskan event enduro sesungguhnya yang aturannya mengikuti aturan internasional. Tujuannya agar para rider nasional bisa ikut berkembang & bisa berlaga di ajang internasional.

Selain aturan & layout track yang di buat oleh Mick, 5 rider bule pun ikut diboyong & memang mereka spesialis di ajang enduro ini seperti, Chris Perry yang berlaga di gelaran Australian Extreme Enduro, lalu ada Dru Berryman, Damien Scurlock, Brad Snell, Nick King, para rider yang bermain di ajang Former Australian 4 Days Enduro. Lebih luar biasanya mereka datang ke event ini dengan sukarela karena ingin mencoba track di Indonesia.

“Karena melihat ajang enduro yang ada saat ini (di Indonesia) sangat jauh berbeda dengan yang pernah saya ikuti di Australia, oleh karena itu saya bersama Mick mencoba untuk mengenalkan enduro yang sesungguhnya. Meski awalnya ragu, tapi ya saya nekat saja demi kemajuan enduro nasional.” Ungkap Bambang Supalar yang pernah mengikuti Formers Australian 4 Days Enduro 2017 lalu.

Bambang Supalar (Kiri) dan Mick Turnbull

Hal senada pun di jelaskan Mick Turnbull ” Ya saya pernah mengikuti beberapa kali acara enduro & adventure disini yang awalnya saya kaget, aturannya berbeda sekali dengan disana (Australia). Makanya saya dengan Bambang punya rencana untuk membuat event ini. Kita bawa aturan yang biasa dilaksanakan disana, tetapi untuk beberapa hal kita padukan dengan kondisi yang ada disini. Karena saya mengetahui bagaimana enduro disini.” Ungkap Mick yang beristri orang Subang & sangat antusias terhadap media ini.

Selain Bambang & Mick, Chris pun angkat bicara, “Indonesia itu sangat bagus untuk enduro, disini berbagai rintangan alam lebih lengkap, meskipun udara disini lebih panas tapi saya senang. Semoga saja saya bisa kembali bermain disini, karena rider & masyarakat disini sangat ramah.” Tutur Chris.

Chris dan damien

Pembalap lokal yang mengikuti event ini pun ikut berkomentar “acara ini sangat bagus, selain hadir dengan aturan internasional juga mendatangkan para spesialis enduro, harusnya bisa dijadikan pelajaran bagi rider lokal. Tapi mungkin sosialisasi & promosi yang kurang jadi event ini sepi peserta.” Tutup pembalap senior motocross Hilman Laksana yang turun di kelas executive.

Memang sayang event yang sangat berkualitas ini minim peserta, padahal event ini bisa menjadi jalan pembuka bagi para rider Indonesia untuk go internasional. Berbagai alasan pun muncul seperti belum fahamnya aturan yang di pakai, hingga ketakutan untuk bertarung bersama bule. Padahal para rider bule ini hanya menjadi pengisi acara & memberikan contoh teknik untuk melewati berbagai handicap atau rintangan yang pada event ini bisa di bilang tidak ekstrim.

So, semoga saja aturan yang sudah sejak lama dipakai di internasional ini bisa di sesuaikan dengan IMI yang sepertinya belum terlalu faham dengan aturan Enduro Rally Race ini. Karena ajang seperti ini memang banyak dipakai di negara-negara yang mengikuti kejuaraan dunia, tujuannya tentu saja agar rider-rider indonesia bisa mengibarkan bendera merah putih di ajang internasional. | Nuadjah

GM-helm SSS Racing