Kejurnas Motoprix 2019: Kelas Wanita Jadi MP5 Ecu STD?

Kejurnas Motoprix 2019: Kelas Wanita Jadi MP5 Ecu STD?
Lady Racer Indonesia
Yamaha

BalapMotor.Net – Akhir tahun lalu, tepatnya dalam putaran final Kejurnas Motoprix 2018 Region II yang berlangsung di sirkuit Gor Satria Purwokerto, ada pembahasan tentang kelas wanita untuk musim 2019.

Seperti kita ketahui pada tahun 2018 kemarin Kejurnas Motoprix untuk kelas wanita melombakan 2 kelas Matic, yaitu Matic 115 dan Matic 130. Namun ada masukan untuk musim 2019 ini akan menyajikan kelas yang berbeda.

Selain kelas Matic 130cc, akan dilombakan juga kelas wanita dengan spek MP5 Ecu STD. Belum ada kepastian hingga saat ini. Maksudnya apakah jadi kelas wanita menggunakan spek motor bebek? Belum ada info selanjutnya. Belum ketok palu ya!

Aksi kelas wanita di Kejurnas Motoprix 2018

Nah, misalnya jadi nih kelas wanita menggunakan motor bebek, apakah para lady racer siap untuk mengikuti? Selain kesiapan mental dari kaum hawa, juga kesiapan motor dan lainnya.

“Itu bagus, tujuannya baik jadi untuk wanita agar tidak membosankan dengan motor matic saja. Tapi banyak faktor juga yang mungkin akan sedikit memberatkan. Dari kesiapan mereka dengan karakter motor yang berbeda, juga dari biaya kalau mereka harus menyiapakan motor sendiri,” nilai Uciel Deo, Race Komentator hits yang memang punya kedekatan dengan lady racer.

Jadi Uciel Deo ini lebih sedikit lebih paham tentang keluh kesah para lady racer. Dekat sekali sudah seperti bapaknya. Dia juga yang menyarankan ada kategori A dan B untuk kelas wanita. Tujuannya biar persaingan lebih sepadan antara yang baru terjun dengan yang sudah punya jam terbang.

Uciel Deo (Kanan)

Lanjut lagi dengan kelas Wanita MP5 Ecu STD. Bagaimana kalau mereka mencari pinjaman motor dengan tim?

“Tidak semudah itu, karena tim belum tentu mau meminjamkan motor untuk wanita. Mereka menyiapkan motor bukan untuk itu, ada kerusakan dan lainnya nanti akan memberatkan tim sendiri,” lanjut Uciel yang asli Serang ini.

Lantas bagaimana solusinya? “Kalau harapan saya, dari pihak IMI kalau memang serius melakukan penjenjangan untuk pembalap wanita di Indonesia di tahun pertama ini menyiapkan motor standar. Sistimnya bisa seperti PON. Jadi mereka tinggal menyiapkan uang pendaftaran saja. Motor bisa diundi, nanti tinggal kerja sama dengan salah satu pabrikan yang siap. Itu lebih adil dan tidak terlalu memberatkan,” pungkasnya.

Saran yang bagus. Bagaimana dengan keseriusan IMI terhadap lady racer Indonesia? Khususnya di Pulau Jawa, pembalap wanita memang hampir ada di setiap Provinsi. Kita nantikan info selanjutnya. | Yugo

SSS Racing GM-helm