Kejurnas Drag Bike Seri 2 Magelang: Riset Putaran Atas, Ninja Pilax Speed  Boter Tercepat !

Ninja Pilax Speed Boter yang punya julukan Ninja Palestina | Foto: Richard

BalapMotor.Net – Masih seputar Kejurnas Drag Bike Seri 2 Magelang lalu (1/5), dimana kita akan tertuju pada kelas-kelas poin kejurnas. Sport 2T TU 155cc Rangka Standar adalah salah satu kelas poin yang pantang untuk dilewatkan begitu saja infonya. Kota Mungkid, Magelang kala itu tentunya menjadi saksi pertarung para tuner spesialis 2T. Kekuatan motor yang hampir merata di setiap tim nya, maka tinggal bagaimana eksekusi dari para pembalapnya saja.

Bila balapmania sudah membaca pada artikel-artikel sebelumnya, dimana nama Dwi Batank berulang kali disebutkan, maka jangan bosan jika di kelas Sport 2T TU 155cc Rangka Standar ini, kita harus mendengar namanya lagi di puncak podium. Bertugas membesut motor dari tim asal Cilacap, yaitu Pilax Speed Boter. Pembalap asal Kota Lumpia Semarang ini, berhasil menjadi kampiun dengan catatan waktu 7,381 detik !

LENKA MiniGP SSS Racing

Pilax Speed sendiri mengandalkan Agung “Boter” from Magelang sebagai juru korek dari Ninja “Palestina” ini. Pada seri 1 lalu di Jember, dimana pada kelas yang sama, Erwin Sredek berhasil menjadi yang tercepat bersama tim HBM Revolusi Baru yang notabene juga garapan dari Agung “Boter”. Kembali membahas ninja “Palestina” milik Pilax Speed. Motor ini menganut blok head PDK Thailand, dimana tinggi Ex dipatok diangka 31mm dan lebar 42mm.

Aksi Dwi Batank bersama ninja Pilax Speed Boter | Foto: Richard
Aksi Dwi Batank bersama ninja Pilax Speed Boter | Foto: Richard

“Balap Magelang kemarin kita bawa mesin risetan terbaru mas. Fokus riset ada pada peningkatan volume yang lebih besar. Soalnya, dengan spek yang lama, putaran atasnya dirasa kurang jalan mas. Jadi, saya mengakali bagian knalpot, yaitu diameter stinger yang diperbesar 2mm”, ungkap Agung “Boter” mekanik berjenggot tipis ini.

Motor ini juga sempat diturunkan di kelas lokal bersama Jhon PK. Catatan yang dihasilkan pun fantastis, kokoh di puncak podium dengan 7,390 detik. Ubahan ratio juga hanya terjadi pada gigi 1-3 saja, jelasnya 1(16/29), 2(19/28), 3(20/25) dan 4-6 masih menggunakan standar pabrik. Untuk CDI sendiri, Agung “Boter” sedikit berbeda dari mekanik-mekanik lainya yang lazim menggunakan CDI RC. Di motor ini, Agung memakai CDI milik Suzuki Tornado.

“Motornya enak mas, apalagi cuacanya pas ketika kelas ini main. Jadi ngga perlu setting-setting lagi, takutnya malah banyak yang berubah”, ucap Batank saat ditemui di paddock.

Dafi Mini (Kiri) bersama ninja Putra Tunggal Manahadap | Foto: Richard
Dafi Mini (Kiri) bersama ninja Putra Tunggal Manahadap | Foto: Richard

Posisi kedua ada Dafi Mini bersama motor garapan Potter yang berada di tim Putra Tunggal Manahadap. Dafi Mini sukses berada di timer 7,421 detik dan tentunya berhasil unggul dari para seniornya. Erwin Sredek masih cukup kuat bertarung di kelas “ninja” ini. Bersama kawalan dari Setiyoko Penceng di tim Hasil Pupuk Arang SRR Creampie, Erwin melejit di 7,480 detik dan berhak atas podium ke-3. Posisi ke-4 dan ke-5 ada M.Reihan (Jepara) yang membesut motor Rannalt HRP KDX OP27 dan Arif Tijil dari tim Mawikere Racing Team. Keduanya membekukan catatan waktu 7,495 dan 7,509 detik. Cek HASIL

Oke balapmania, mari kita nantikan kiprah mereka dalam event-event selanjutnya, tentunya untuk menjadi yang tercepat dengan catatan waktu yang fantastis ! #MariBerprestasi [ richard ]

Mesin Ninja "Palestina" by Boter/ Botol Terbang | Foto: Richard
Mesin Ninja “Palestina” by Boter/ Botol Terbang | Foto: Richard
Karburator standar reamer sampai 30mm | Foto: Richard
Karburator standar reamer sampai 30mm | Foto: Richard
Knalpot KDX dengan stinger diperbesar 2mm | Foto: Richard
Knalpot KDX dengan stinger diperbesar 2mm | Foto: Richard
APRILIA GM-helm VND Racing PARD