Jelang Oneprix Tasikmalaya 2022, Time Merata, Titik Bumpy Bikin Pusing

BalapMotor.Net – Mendekati pertarungan kedua Oneprix 2022 yang akan digelar di sirkuit Bukit Peusar Kota Tasikmalaya pada akrh pekan ini (23-24/7), maka panasnya persaingan saat sesi testing semakin panas.

Menariknya, setelah menjalani sesi tes beberapa hari, sebagian besar peserta sudah mampu meraih time yang bisa dikatakan merata. Pada kelas Expert misalnya, hampir seluruh pembalap yang sudah melakukan testing timenya sudah 58 detikan.

LENKA MiniGP SSS Racing

Memang ada yang sudah mencetak time 57 detik koma besar. Menurut kabar yang beredar di paddock pembalap tersebut adalah Aldi Satya Mahendra (Yamaha Aben Racing). Selain Aldi memang rata-rata timenya adalah 58 detik baik itu koma kecil maupun koma besar.

Best Time 2019 Pecah

Time segitu, tentunya jauh lebih kencang dibandingkan dengan terakhir Oneprix digelar di Tasikmalaya yaitu pada 2019. Saat itu best time diraih oleh Alm Afridza Syach (ART Yogyakarta) dengan time 59.358 detik.

Pastinya, bagi pembalap Expert yang belum mencetak 58 koma kecil dituntut untuk bisa lebih cepat lagi dan terus berusaha mencari settingan terbaiknya. Karena, dapat dipastikan time saat QTT nanti bakalan sangat rapat.

Tidak menutup kemungkinan 58 detikan nantinya diisi oleh lebih dari 20 pembalap, selain bakal ada yang 57 detikan. Yang belum dapat 58 detikan bahaya nih.

Sebenarnya tidak hanya pada kelas Expert, pada kelas-kelas dibawahnya juga. “Kalau time, meman Nelson unggul mas 1 menit 0 koma kecil, tetapi sekarang sudah banyak yang mendekati dan hampir merata,” terang Hendriansyah ayah dari Nelson Cairoli yang mempunyai kans tinggi untuk menang di kelas Beginner OP Tasikmalaya.

Bumpy Bikin Pusing

Membahas mengenai kendala yang dialami oleh para peserta mengenai sirkuit Bukit Peusar, ternyata hampir semua kompakan memikirkan beberapa titik bumpy. Jadi ada beberapa titik bumpy yang berada saat motor melaju kencang.

Sebut saja setelah turunan sebelum R terakhir. Jadi selain mulusnya aspal baru dan karakter sirkuit yang naik turun mirip roller coaster, ada titik bumpy yang bikin pusing pembalap.

“Posisinya pas di titik kita harus membalikan motor mas, jadi harus hati-hati,” ungkap Wildan Goma, pembalap Expert RMS Racing Team. “Saya dulu pas main di Jawa timenya belum secepat ini, best time dulu masih 1 menitan,” tambah Wildan Goma yang balap di Jawa saat 2017.

“Pusing je mas, di titik bumpy tersebut belum ketemu juga. Apalagi saya kan ringan, jadi efek kepada motornya lebih berasa,” ungkap Wawan Wello pembalap Yamaha Bahtera Racing. Keluhan seperti ini hampir dituturkan oleh semua pembalap.

Namun, pastinya mereka dan tim terus berusaha mencari settingan maupun trik untuk bisa menaklukannya. “Kalau saya sudah nemu caranya, jadi biasanya kan dari atas langsung full gas, sekarang ditahan dulu, baru setelah titik bumpy tersebut tarik gas lagi,”ungkap Aditya Fauzi dari Yamaha Cargloss SJCRT RRS.

Dengan ini, meskipun hal tersebut menjadi masalah bagi para pembalap, tidak untuk penonton. Ini akan menjadi tontonan yang sedap bagi penonton yang bisa menikmati balapan secara langsung dari dua tribun sirkuit Bukit Peusar.

GM-helm VND Racing PARD