Jelang Final Motoprix Jawa : Menunggu Kejutan Di Purwokerto

BalapMotor.Net – Akhir pekan ini (3-4/9) seri Motoprix region 2 Jawa akan menjajaki seri penghujung. Kota Purwokerto yang berada di tengah-tengah pulau Jawa bakalan jadi tempat dimana para jawara Motoprix paling panas se Indonesia bakalan memberikan aksi terbaiknya.

Seperti di musim-musim sebelumnya komplek GOR Satria Purwokerto bakalan diubah menjadi sirkuit dengan desain hampir sama dengan di musim-musim sebelumnya. Alasan kenapa desain sirkuitnya disamakan dengan di musim-musim sebelumnya adalah agar peserta bisa mempunyai data untuk riset.

” Untuk desain trek kita tidak akan mengubahnya, tentu saja agar mereka para peserta masih mempunyai data dan itu bisa digunakan untuk riset. ” tutur Arifin Subehan yang merupakan satu dari 2 pentolan Bio Racing Organizer.

SSS Racing

Bio Racing Organizer yang sudah menjadi penyelenggara balap Motoprix di GOR Satria Purwokerto beberapa tahun ini tentunya bakalan mengemas gelaran Pertamax Plus KYT Motoprix ini sebagus mungkin.Dan seri Motoprix Purwokerto yang di musim lalu juga menjadi seri penghujung juga mendapat acungan jempol dari berbagai pihak terutama dari peserta, nah di musim ini pastinya Bio Racing Organizer bakalan memberikan lebih baik lagi.

Duet Arifin Subehan Dan Orin Sugawa
Duet Arifin Subehan Dan Orin Sugawa

” Ini kan seri terakhir, jadi kita pastinya akan memberikan yang terbaik. Dan di seri kali ini juga bakalan ada beberapa kejutan yang akan kami berikan.” tutur Orin Sugawa MC balap kondang nasional yang merupakan pentolan dari Bio Racing Organizer bersama Arifin Subehan.

Selain gelaran yang bakalan dikemas baik, persaingan di balapan akhir pekan ini juga bakalan sangat panas. Panas disini adalah perebutan juara region yang bakalan ditentukan disini. Jika di seri sebelumnya yaitu di Jogjakarta di kelas MP1 sudah pasti Reynaldi Pradana dari Yamaha Yamalube Bien WHK35 NHK FDR yang jadi juaranya, serta di kelas MP3 Dicky Ersa dari Yamaha Yamalube NHK IRC Nissin NGK Bahtera yang pasti merebutnya, namun masih tersia 2 kelas yaitu MP2 dan MP4. Dengan ini pastinya balapan di sirkuit yang konturnya naik turun ini bakalan sangat seru.

Namun karena di siang ini GOR Satria akan dijadikan tempat upacara Haornas, maka hari ini dapa dipastikan sirkuit belum bisa digunakan untuk latihan seperti pada musim sebelumnya. ” Siang ini GOR digunakan untuk upacara HaOrnas, jadi sorenya baru kita bisa membuat treknya. Dan agar kita bisa lebih maksimal, maka hari ini tidak bisa untuk latihan. ” tutur Orin sugawa. [ luvo ]

GM-helm PARD