Jadilah Juara Bersama Blade Solo : Solo Berbeda, Kenapa?

Yamaha

BalapMotor.Net – Setelah berkeliling di beberapa kota di Indonesia, ajang Jadilah Juara Bersama Blade ( JJBB ) yang merupakan ajang penyaluran para bakat muda balap motor akhir pekan kemarin singgah di di Kota Solo. Sekitar 150an peserta yang ditampung akhirnya melakukan pelatihan dan diseleksi hingga menjadi 10 besar saja, nah dari sei yang berlangsung 3 hari tersebut, ada yang berbeda dengan kota Solo dibanding dengan kota-kota sebelumnya.

Kultur dari para peserta dirasakan sangat berbeda dengan di kota-kota sebelumnya. Hal ini sangat dirasakan oleh Wawan Hermawan, Wawan disini menjadi instruktur dari ajang yang digelar oleh Astra Motor ini.

” Saya merasakan kultur dari anak-anak sini itu sangat berbeda jauh dengan di daerah lain, yang saya bingungkan itu kota ini sangat dekat dengan Jogjakarta yang merupakan tempatnya para pembalap berkualitas. Namun saya tidak tahu hal ini dikarenakan apa, karena memang kulturnya seperti ini atau terpengaruh dengan apa. ” tutur Wawan Hermawan yang juga merupakan pembalap ART yang memimpin klasemen sementara kelas HRC2 di OMR Honda ini.

Wawan Hermawan Sedang Berikan Pengarahan
Wawan Hermawan Sedang Berikan Pengarahan

Memang untuk para pembalap yang terpilih di 20 besar bisa dikatakan secara skill tidak jauh dari daerah-daerah lainya, yang berbeda dimaksud oleh Wawan Hermawan yaitu soal attitude yang di gelaran JJBB juga sangat dinilai. Saat diselidiki oleh BalapMotor.Net memang di Solo lebih banyak para anak-anak muda yang lebih suka dengan adu kebut di jalanan atau balap liar, dan kemungkinan besar itu sangat berpengaruh terhadap kultur para anak balap disini.

Apalagi untuk saat ini di Solo sendiri, bisa dihitung berapa banyak pembalapnya yang mampu beratrung di papan atas nasional, sekarang hanya terlihat Agus Setyawan yang merupakan juara nasional Motoprix Jawa kelas MP1, selain itu sengada. Hal ini berbanding terbalik dengan para anak muda yang ramai-ramai ikutan balap liar di beberapa titik di kota yang tertata rapi ini.

Soal Skill Tidak Kalah Dengan Kota Lainya
Soal Skill Tidak Kalah Dengan Kota Lainya

” Anak-anak road race disini seperti dianak tirikan mas. Bagaimana skill mereka mau berkembang, waktu mereka buat berlatih sangat terbatas. Di Manahan mereka hanya diberi waktu latihan pada hari Selasa dan Kamis, berbeda dengan di Jogja yang bisa kapan saja. Jadi sulit buat mereka untuk menambah skillnya. ” tutur Agus ” Bledug ” Setiawan yang merupakan pembalap legenda asal Kota Solo ini.Jadi buat anak Solo ayo tunjukin semangat kalian. luvo

SSS Racing