Herex Pakai NOS Asal Mojokerto Ini Bikin Geger!!!

Tinton Wijaya selaku owner Brondong Proyek
GM-helm

BalapMotor.Net – Nama Herex Brondong Proyek saat ini sangat santer menjadi pembicaraan para pecinta balap khususnya pecinta balap liar di wilayah Jawa Timur. Selain sudah mengalahkan cukup banyak motor lain, Herex Brondong Proyek juga bikin heboh karena mengaplikasikan NOS (Nitrous Oxide System).

Balap mania pastinya sudah tau apa itu NOS yang lebih sering digunakan pada mobil. Nah, Herex milik tim Brondong Proyek Mojokerto, Jawa Timur ini sendiri mengaplikasikan NOS yang tentunya sangat jarang.

Sudah Pakai NOS Sejak 2010

Tinton selaku owner Brondong Proyek sendiri mengaku kalau dirinya sudah mengaplikasikan NOS pada motor balapnya sejak 2010, tepatnya di motor Honda Karisma. Untuk riset NOS di motor Herex sendiri ternyata Brondong Proyek sendiri mengaku cukup cepat risetnya.

Penampakan Herex Brondong Proyek | Foto : IG

“Kalau riset Nitro cepet mas, cuma tiga minggu, jadi kan awalnya dari 2010 kita sudah bermain Nitro, kemarin ini cepat cuma memadukan kompresinya lagi diturunkan, memadukan pembakaran, bensinnya dipaskan sama spuyer-spuyernya Nitro,” ungkap Tinton saat diwawancarai SukaBalapMotor, tonton videonya di sini.

Brondong Proyek sendiri untuk melakukan riset dibantu oleh mekanik Harsono dan Ainur Kepik.Untuk penggunaan NOS sendiri, ternyata hanya digunakan saat riset awal dan saat bertanding saja. Jadi saat melakukan setting tidak menggunakan NOS.

“Nitro hanya sekali dipakai, jadi kalau setting nggak pakai Nitro. Awal riset dulu, sempat habis tiga piston yang meleleh,” tambah Tinton Brondong Proyek yang ternyata pernah menjadi penjual nasi goreng ini.

Harga NOS Cukup Mahal

Perlu diketahui juga bahwa harga NOS sendiri bukalah murah. “Buat begini ngerakit mesin habisnya sekitar 12 juta,itu belum sama Nitro. Kalau Nitro kalau cek di google saat ini sekitar 14 juta, perangkan isi ulangnya sendiri sekitar 5 jutaan,” ungkap Tinton yang mempunyai 8 motor siap tempur.

Karena settingan motor dari awal memang sudah ditujukan untuk penggunaan NOS, maka Brondong Proyek sendiri ternyata tidak mau jika harus berlaga tanpa NOS. Tambahan informasi, NOS sendiri dilarang digunakan pada event resmi yah.

“Ndak bisa mas, karena motor-motor saya low, jadi kompresinya beda sama motor-motor balap lainnya. Kalau motor-motor lain kompresinya 13, punya saya antara 10 sampai 11 jadi lambat dia keluarnya, memang dibuat seperti itu, kita dari awal kan mbangunnya memang buat Nitro,” terang Tinton lagi.| Luvo/Ari SBM

SSS Racing